Ini Alasan Hamidah Serahkan Angeline untuk Diadopsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah keluarga Angeline di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jatim. TEMPO/Ika Ningtyas

    Rumah keluarga Angeline di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jatim. TEMPO/Ika Ningtyas

    TEMPO.COBanyuwangi - Hamidah merelakan Angeline diadopsi keluarga Margareth di Denpasar, Bali, karena tak mampu membayar biaya persalinan sebesar Rp 600 ribu. Hal itu disampaikan Maisunah, kakak ipar Hamidah, kepada wartawan di Banyuwangi, Kamis, 11 Juni 2015. 

    Maisunah bercerita Hamidah melahirkan anak keduanya itu di salah satu klinik di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Namun Hamidah tak bisa melunasi biaya persalinan sebesar Rp 600 ribu.

    Di klinik itulah Hamidah berkenalan dengan keluarga Margareth. "Keluarga Margareth bersedia melunasi dan mengadopsi Angeline," kata Maisunah. 

    Baca juga:

    Baca juga:

    Angeline Dibunuh: Agus Cuma Mengubur, Siapa Dalangnya?


    Kasus Angeline, Kronologi dari Hilang hingga Meninggal
    Tragedi Angeline: Begini Polisi Mengendus Busuk dan Si Pelaku

    Sejak diadopsi keluarga Margareth itulah, kerabat Hamidah tak pernah bertemu maupun mengenali wajah Angeline. Bahkan saat Angeline ramai diberitakan hilang, kerabatnya tak menyadari bila bocah itu anak Hamidah. "Saat ada polisi datang melakukan pencarian, kami baru tahu kalau Angeline keponakan kami," katanya. 

    Angeline adalah anak kedua Hamidah, 28 tahun, dan Rosidiq. Hamidah berasal dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

    Hamidah anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Misyah dan Senimo. Misyah bercerita Hamidah sudah meninggalkan Banyuwangi untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Bali sejak berusia 15 tahun. Kemiskinan yang membelit keluarga Misyah membuat Hamidah hanya bisa sekolah hingga kelas 3 SD dan bekerja di usia belia. 

    Beberapa bulan bekerja di Bali, Hamidah menikah dengan Rosidiq, lelaki asal Banyuwangi yang bekerja sebagai kuli bangunan. Mereka memiliki tiga anak, yakni Ina, 10 tahun; Angeline, 8 tahun; dan Aisyah, 2 tahun. 

    Beberapa hari setelah Angeline lahir, dia langsung diadopsi oleh keluarga Margareth. Kemudian saat Hamidah mengandung anak ketiga, suaminya berselingkuh dengan perempuan lain. Hamidah kemudian pulang dan memilih melahirkan di Banyuwangi. Dia menitipkan Aisyah kepada Misyah. "Satu bulan setelah melahirkan Hamidah kembali lagi ke Bali," tutur Misyah. 

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.