Sah, Gibran-Selvi Resmi Suami Istri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) dan istri Selvi Ananda (kedua kanan) berfoto bersama Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan), seusai prosesi akad nikah di Gedung Graha Saba, Solo, Jawa Tengah, 11 Juni 2016. ANTARA/Maulana Surya

    Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) dan istri Selvi Ananda (kedua kanan) berfoto bersama Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan), seusai prosesi akad nikah di Gedung Graha Saba, Solo, Jawa Tengah, 11 Juni 2016. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Solo - Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, resmi menikah dengan Selvi Ananda, Kamis, 11 Juni 2015. Mereka menikah di hadapan petugas pencatat nikah dari Kepala Kantor Urusan Agama Banjarsari, Muchtarozi.

    Sebelum akad nikah dimulai, petugas pencatat nikah meminta kepada Gibran untuk menyerahkan mas kawin kepada mempelai wanita. Mas kawin berupa seperangkat alat salat itu berada dalam sebuah kotak transparan.

    Selain kedua orang tua, beberapa tokoh hadir di ruang depan gedung Graha Saba yang menjadi lokasi pernikahan. Mereka adalah Megawati Sukarnoputri serta Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti.

    Dalam akad nikah itu, Gibran mengucapkan akad nikahnya dengan lancar. Dua saksi serta petugas pencatat nikah menyatakan prosesi tersebut sah.

    Diperkirakan sekitar 4.000 undangan—termasuk para pejabat tinggi dan pengurus partai politik—datang ke acara tersebut.

    Sebelum akad nikah, malam tadi telah terselenggara prosesi midodareni di kediaman calon pengantin perempuan.

    Gibran dan Selvi akan melangsungkan upacara pernikahan setelah berpacaran selama lima tahun. Mereka bertemu pertama kali pada 2009 saat Selvi mengikuti pemilihan Putra-Putri Solo. Saat itu Gibran menjadi salah satu juri dalam materi bahasa Inggris.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.