Jeritan Ibu Kandung Angeline di Ruang Otopsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 10 Juni 2015, sejumlah aparat kepolisian menemukan jasad Angeline (8) yang telah dikubur oleh ibu asuhnya, di dekat kandang ayam dirumahnya di Denpasar, Bali. Jenazah Angeline ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah yang mengakibatkan pendarahan otak. facebook.com

    10 Juni 2015, sejumlah aparat kepolisian menemukan jasad Angeline (8) yang telah dikubur oleh ibu asuhnya, di dekat kandang ayam dirumahnya di Denpasar, Bali. Jenazah Angeline ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan wajah yang mengakibatkan pendarahan otak. facebook.com

    TEMPO.CO , Denpasar: Di saat petugas forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar melakukan otopsi kepada jasad Angeline, tiba-tiba meledaklah suara jerit dan tangis histeris. Sumbernya adalah perempuan bernama Amidah, ibu kandung Angeline.

    "Angeline jangan tinggalin ibu nak, ini ibu nak," teriaknya sembari menangis. "Siapa yang membunuh anakku? Siapa yang berani bunuh anakku?," teriaknya, Rabu, 10 Juni 2015.

    Perempuan yang datang ke Sanglah sekitar pukul 16.20 Wita itu akhirnya bisa ditenangkan oleh keluarganya dan membawanya menjauh dari ruangan otopsi.

    Angeline adalah anak kedua Amidah dari perkawinannya dengan Anwar Rosyidi. Menurut Amidah, Angeline diserahkannya kepada Margareth dan suaminya seorang warga negara asing, saat ia masih berumur 3 hari. Alasannya, karena persoalan ekonomi dan ia ingin nasib anaknya itu lebih baik daripada dirinya.

    Baca:

    Angeline Dibunuh, Polisi Periksa Intensif Tujuh Saksi

    Kasus Angeline, Kronologi dari Hilang hingga Meninggal

    Namun, status pengangkatan anak oleh Margareth ini sempat dipertanyakan, antara lain oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait yang sempat melakukan penelusuran. Kesimpulannya,menurut Arist, proses pengangkatan anak itu tidak sah karena lantaran hanya didasarkan pada akta notaris tertanggal 24 Mei 2007 dan tidak disertai rekomendasi dari Dinas Sosial seusai Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak.

    Setelah hilang sejak 16 Mei 2015 lalu, akhirnya Angeline ditemukan, Rabu, 10 Juni 2015 sekitar pukul 12.30 Wita. Tapi ia telah tewas. Tragisnya, ia dikubur di pekarangan rumahnya sendiri di Jalan Sedap Malam, Nomor 29, Sanur.

    Jasad Angeline tepatnya ditemukan dalam gundukan tanah baru di pojok timur selatan pekarangan di sebelah kandang ayam dan dekat pohon pisang. Dalam gundukan itu ditemukan bungkusan kain yang ada bercak darah dengan bau yang sangat menyengat. Di dalamnya ada mayat Angelina dengan bekas luka jeratan di lehernya.

    Angeline diikat menggunakan tali plastik jemuran warna merah marun, menggunakan pakaian Daster Putih. Ironisnya, ditemukan pula sebuah boneka seperti boneka dari Korea. Barang bukti yang disita dari tempat kejadian perkara antara lain adalah skop, cangkul, dan seutas tali plastik.

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.