Tragedi Angeline: Diperkosa, Dibunuh, dan Peran Ibu Angkat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hilangnya Bocah cantik tersebut, Angeline secara mendadak warga dan sejumlah pihak curiga. Ibu asuh Angeline menolak sejumlah aparat memeriksa rumahnya untuk mencari bukti hilangnya Angeline. facebook.com

    Hilangnya Bocah cantik tersebut, Angeline secara mendadak warga dan sejumlah pihak curiga. Ibu asuh Angeline menolak sejumlah aparat memeriksa rumahnya untuk mencari bukti hilangnya Angeline. facebook.com

    TEMPO.CO , Denpasar: Segera setelah ditemukannya mayat Angeline, kepolisian langsung melakukan “penjemputan” dan pemeriksaan terhadap orang-orang dekat bocah malang itu. Mereka kemudian diperiksa secara terpisah di Kepolisian Resor Kota Denpasar.

    “Kami dalami dulu keterangan mereka,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, Rabu, 10 Juni 2015. Mereka itu adalah ibu tiri korban, Margareth, Christina atau Kristin (kakak tiri), Ivone (kakak tiri), Agus (pembantu rumah), Raka (Satpam), serta seorang teman Margareth.

    Kristin kemarin sempat histeris saat menjalani pemeriksaan karena saat itu ia baru mengetahui bahwa Angeline telah ditemukan tewas di rumahnya. Sambil menangis keras, ia bahkan sempat menggedor pintu ruang pemeriksaan.

    Ketujuh penghuni rumah itu diperiksa secara terpisah di Kepolisian Resor Kota Denpasar sejak kemarin siang. Sore harinya, terkuak keterangan mengejutkan dari si pembantu rumah tersebut.

    “Ada pengakuan dari Agus bahwa dia melakukan pemerkosaan terhadap Angeline,” kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana. Agus juga mengurus ayam dan ternak lainnya.

    Baca juga:
    Margareth, Ibu Angkat Angeline Bisa Terancam Hukuman Berlapis

    Angeline Dibunuh, Polisi Periksa Intensif Tujuh Saksi

    Pemerkosaan dilakukan pertama kali saat Agus baru sekitar sepekan bekerja di rumah tersebut. Pemuda asal Sumba ini, yang baru sekitar awal Mei bekerja di tempat itu, menarik Angeline ke kamar atas. Perbuatan itu tak diketahui siapa pun.

    Lalu, pemerkosaan kedua yang berujung fatal dilakukan saat Angeline disebut hilang sekitar pukul 17.00 Wita pada Sabtu, 16 Mei lalu. Sebelumnya, Angeline diketahui sempat bersama Margareith sekitar pukul 15.00 Wita, tapi kemudian raib.

    “Saat itu ternyata korban sudah mengalami kekerasan seksual di kamar pelaku,” kata Kombes Made Sudana di Denpasar, kemarin. Agus mengaku panik karena khawatir perbuatannya diketahui orang lain sehingga membunuh dengan membenturkan kepalanya di lantai, mencekik, dan menjeratnya dengan tali merah muda.

    VIDEO TERKAIT: Begini Kakak-Kakak Angeline di Bandung Bersimpati 

    Peran...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.