Ramadan 2015, Lamongan Tambah Stok Elpiji Melon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan bongkar muat tabung elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji, Kediri, Jawa Timur (23/9). Persediaan stok elpiji menjelang hari raya tersedia hingga 99.427 metriks tonl. ANTARA

    Pekerja melakukan bongkar muat tabung elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji, Kediri, Jawa Timur (23/9). Persediaan stok elpiji menjelang hari raya tersedia hingga 99.427 metriks tonl. ANTARA

    TEMPO.CO , Lamongan:Selama bulan Ramadan 2015, Pemerintah Kabupaten Lamongan dan PT Pertamina menambah stok elpiji tiga kilogram alias elpiji melon. Selain itu, Pemerintah juga menggelar operasi pasar selama Ramadan, dimulai tanggal 16 Juni hingga 16 Juli 2015.

    Menurut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan Sugeng Widodo, telah digelar rapat di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lamongan. Hasilnya, akan ada penambahan stok elpiji khusus untuk tiga kilogram.

    Upaya itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok elpiji bulan Ramadan hingga Idul Fitri.”Ya, selama bulan itu, kecenderungan elpiji naik,” ujar Sugeng pada Tempo, Rabu 10 Juni 2015.

    Sugeng menyebutkan, pihak PT Pertamina sudah berkomitmen untuk menambah pasokan elpiji melon. Dari sebelumnya sebanyak 63.000 kilogram per bulan, ditambah sebanyak 5.040 kilogram per bulannya. Sesuai jadwal, penambahan elpiji melon ini dilakukan selama dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2015.

    Selain tambahan jatah elpiji melon, Pemerintah Lamongan juga menggelar operasi pasar selama bulan Ramadan, dimulai tanggal 16 Juni dan berakhir 16 Juli 2015.

    Lokasi operasi pasar berada di sedikitnya 16 titik. Di antaranya di Pasar Sidoharjo Kota Lamongan, Pasar Belimbing Kecamatan Paciran, Pasar Kecamatan Babat.

    Untuk operasi pasar, kebutuhan pokoknya berupa gula pasir, minyak goreng, beras dan juga tepung terigu. Untuk operasi pasar, harga yang ditawarkan di bawah standar pasar. “Ya, tujuannya untuk menstabilkan harga,” ujar Sugeng Widodo.

    Terkait operasi pasar, Bulog Divisi Regional III Bojonegoro, membawahi (Tuban, Lamongan, Bojonegoro), telah menyiapkan beras khusus Ramadan. Untuk jumlahnya disediakan sebanyak 750 kilogram per pasarnya.

    Jenis berasnya kualifikasi medium dengan harga di bawah standar pasar.”Sudah kita siapkan berasnya,” ujar Kepala Bulog Divisi Regional III Bojonegoro Efdal Marlius Sulaiman pada Tempo Rabu 10 Juni 2015.

    Efdal menyebutkan, jatah untuk tiga kabupaten masing-masing mendapat jatah dua pasar per harinya. Atau jika dijumlah, ada sebanyak 1,5 ton beras per hari untuk satu kabupaten selama bulan Ramadan, terhitung dari 16 Juni hingga 15 Juli.

    Nantinya, tim operasi pasar langsung ditangani pihak Bulog Bojonegoro dan bekerjasama dengan Pemerintah di Tuban, Bojonegoro dan Lamongan.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.