Moeldoko Mau Ajak Sipil Ikut Operasi Gabungan TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, memimpin apel gelar pasukan pengamanan KAA ke 60 di Silang Monas. Jakarta, 15 April 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, memimpin apel gelar pasukan pengamanan KAA ke 60 di Silang Monas. Jakarta, 15 April 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mengharapkan warga sipil ikut operasi gabungan keamanan negara. Apalagi operasi gabungan biasa dilakukan untuk menangkal ancaman dari laut dan dari dalam negeri.

    "Sebenarnya dalam sebuah operasi gabungan tidak ada yang murni tentara, di negara lain juga seperti itu," kata Moeldoko, Rabu, 10 Juni 2015. "Bahkan keterlibatan masyarakat sipil ikut menentukan, sepulang dari sini akan saya kaji kembali bagaimana pelaksanaannya dan di mana."

    Moeldoko mengungkapkan masalah ini dalam acara Program Kegiatan Bersama Kejuangan. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.30 hingga 13.00 di Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut bertujuan untuk memberi pembekalan bagi siswa TNI dan Polri.

    Menurut Moeldoko, ancaman yang sangat mengancam dari dalam negeri adalah masalah terorisme. Ancaman dari Laut Cina berupa ancaman tradisional. "Ancaman dari Laut Cina itu kan hanya ancaman tradisional, yang harus diwaspadai ancaman dari dalam kita sendiri. Seperti terorisme dan lainnya," kata dia. Dia tak merinci mengenai ancaman tradisional tersebut.

    Dalam pembekalan tadi Moeldoko berharap wacana kewaspadaan dimunculkan. Apalagi bangsa Indonesia masih cukup waswas menghadapi gempuran ideologi dan paham baru yang terus bermunculan. Ia berharap pengetahuan akan kewaspadaan dimulai sejak di bangku sekolah. "Saya pikir penting diadakan wacana kewaspadaan, melihat bangsa masih sering waswas," kata Moeldoko

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.