Tiap Ingin 'Bertelur', Akmal Ngaku Perutnya Mulas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akmal (12), bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memegang benda menyerupai telur yang keluar dari duburnya, 8 Juni 2015. Akmal terhitung sudah empat kali bertelur dalam dua pekan terakhir. Istimewa

    Akmal (12), bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memegang benda menyerupai telur yang keluar dari duburnya, 8 Juni 2015. Akmal terhitung sudah empat kali bertelur dalam dua pekan terakhir. Istimewa

    TEMPO.COGowa - Akmal, bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membuat heboh warga di kampungnya. Musababnya, bocah yang baru tamat dari bangku sekolah dasar itu mengeluarkan benda mirip telur dari lubang duburnya.

    Bocah 12 tahun itu mengaku merasa seperti orang yang hendak melahirkan setiap kali akan mengeluarkan "telur". "Perut ini terasa sakit sekali," katanya, Rabu, 10 Juni 2015.

    Selain itu, Akmal sering merasakan mual jika hendak "bertelur". Menurut dia, ada cairan putih yang keluar dari lubang duburnya saat benda itu akan keluar. "Pasti ada cairan lendir. Mirip dengan ketuban yang pecah sebelum orang melahirkan," kata ayah Akmal, Ruslim.

    Akmal hingga saat ini masih sering mengeluarkan benda itu dari tubuhnya. Terhitung sudah tujuh "telur" yang dikeluarkannya. Tiga di antaranya sudah pecah. Yang masih utuh disimpan keluarganya.

    Akibat fenomena medis ini, Akmal sering susah buang air besar. Dia mengatakan lubang duburnya terasa sakit, bahkan tak jarang mengeluarkan darah, setiap kali dia buang air besar. "Saya khawatir anak saya kenapa-kenapa. Makanya saya sudah mulai bawa dia ke rumah sakit," kata Ruslim.

    Ruslim sebelumnya memeriksakan anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf. Di sana, Akmal diperiksa melalui proses ultrasonografi.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.