Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Seleksi Unpad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Bandung - Universitas Padjadjaran, Bandung, memperingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap oknum yang menjanjikan jatah kursi mahasiswa baru dengan meminta uang. Kepala Unit Pelayanan Teknis Hubungan Masyarakat Unpad Soni A. Nulhaqim mengatakan ada oknum yang meminta duit ratusan juta rupiah dari orang tua untuk satu kursi mahasiswa di Unpad.

    "Besarannya Rp 400-600 juta," kata Soni A. Nulhaqim di Bandung, Rabu, 10 Juni 2015.

    Menurut dia, tahun lalu, oknum semacam itu terpantau beraksi selama masa tunggu pengumuman hasil seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Jangka waktu pengumuman itu dengan pelaksanaan ujian satu bulan.

    "Pernah ada yang datang dari Cianjur melaporkan, kami usut, ternyata penipuan," ujar Soni.

    Soni mengatakan penipu itu biasanya mengaku sebagai kenalan atau orang dekat ketua panitia penerimaan mahasiswa baru. "Tidak ada yang mengaku dekat rektor atau wakilnya, biasanya mengaku sebagai kenalan panitia teknis," katanya. Tahun lalu ada dua orang yang menanyakan ihwal pemberian duit lewat transfer itu ke Unpad.

    Sasaran penipuan ini, kata Soni, yakni orang tua calon mahasiswa yang berasal dari kalangan menengah-atas. Biasanya calon mahasiswa yang menjadi target mengincar jurusan favorit, seperti fakultas kedokteran.

    Menurut Soni, Unpad tidak membuat aturan transfer uang dalam penerimaan mahasiswa baru. Sistem yang dipakai hanya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri dan SBMPTN.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.