JK Sebut Gatot Nurmantyo Prajurit Terbaik Pilihan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) serta KASAD Letjen TNI Gatot Nurmantyo (kanan) berjalan bersama usai meresmikan pembangunan Rumah Sakit Ridwan Meuraksa Kodam Jaya, Jakarta, 13 Mei 2015. ANTARA/Roni

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) serta KASAD Letjen TNI Gatot Nurmantyo (kanan) berjalan bersama usai meresmikan pembangunan Rumah Sakit Ridwan Meuraksa Kodam Jaya, Jakarta, 13 Mei 2015. ANTARA/Roni

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo telah mengajukan nama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jokowi telah memilih prajurit terbaik untuk memimpin angkatan perang Indonesia.

    "Presiden tentu secara arif memilih yang terbaik. Semuanya baik, tapi tentu ada yang paling baik," ujar Kalla saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Aparatur Sipil Negara di Hotel Grand Sahid, Rabu, 10 Juni 2015.

    Gatot merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Jokowi ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk menggantikan Jenderal Moeldoko, yang akan pensiun pada 1 Agustus mendatang.

    Kalla mengatakan ia dan Jokowi membahas pencalonan ini bersama-sama sebelum mengajukan Gatot Nurmantyo ke DPR. "Pokoknya sudah diajukan ke DPR. Kita sudah bahas seluruhnya," katanya.

    Sebagai kepala staf di angkatan perang masing-masing, kata dia, ketiga calon Panglima TNI memiliki kemampuan yang sama baiknya. Namun, kata dia, Panglima seharusnya merupakan yang terbaik.

    Melalui anggota staf komunikasinya, Teten Masduki, Jokowi mengatakan memilih Gatot dengan memperhatikan kepentingan penguatan organisasi TNI untuk menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi kawasan.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.