Ibu Susui Bayi di Penjara Ini Diduga Korban Rekayasa Kasus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Corpus Christi Caller-Times, Michael Zamora

    AP/Corpus Christi Caller-Times, Michael Zamora

    TEMPO.COMojokerto - Nur Indah Mustika Sari, 26 tahun, bersama ibunya, Kastiah, 50 tahun, dan adik bungsunya, HTW, 19 tahun, diduga korban rekayasa kasus. Sejak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Mojokerto, 4 Juni 2015, Indah terpaksa menyusui anaknya yang masih berusia 4 bulan, Nauval Afkar Saki, di LP tersebut. Hampir tiap hari, Nauval dibawa suami Indah, Joni Apriansah, 27 tahun, dan ayah Indah, Heri Sulaiman, 57 tahun, ke LP agar bisa mendapatkan ASI. 

    “Kasus yang menimpa istri dan kedua anak saya ini penuh rekayasa,” kata Heri, Rabu, 10 Juni 2015. Heri menceritakan, kasus yang dituduhkan kepada tiga anggota keluarganya itu bermula saat HTW jadi korban pemerkosaan oleh temannya, Dany, 21 tahun, yang tinggal satu daerah, yakni Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, pada 2012. 

    “Anak saya (HTW) disetubuhi berkali-kali sejak 2011 dan baru ketahuan tahun 2012,” ucap Heri. Menurut Heri, HTW tak berani bercerita kepada dia dan istrinya karena diancam Dany, yang di dasa setempat dikenal nakal dan suka melecehkan wanita. “Anak saya juga diancam akan dicemarkan nama baiknya jika cerita,” ujar Heri. 

    Menurut Heri, kedekatan Dany dengan HTW bermula saat keduanya sama-sama mengaji di sebuah taman pendidikan Al-Quran di desa setempat. “Lalu Dany hampir tiap hari mengantar anak saya ke sekolah, tapi mereka enggak pacaran,” tutur Heri. Saat itu HTW duduk di kelas XI sekolah menengah atas swasta di Mojokerto. Kini HTW sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Mojokerto. Namun kuliahnya terbengkalai karena dipenjara. 

    Ulah Dany terbongkar pada 2012, setelah HTW mengalami pendarahan akibat disetubuhi Dany. Keluarga HTW melaporkan Dany. Pelaku pun ditangkap polisi hingga menjalani persidangan sampai kasusnya berkekuatan hukum tetap. 

    Di tengah proses persidangan Dany, tepatnya 14 Juni 2012, terjadi keributan antara keluarga Dany dan keluarga HTW di luar ruang sidang Pengadilan Negeri Mojokerto, Jalan R.A. Basoeni, Kecamatan Sooko. Akhirnya, keluarga Dany melaporkan keluarga HTW ke Kepolisian Sektor Sooko dengan tuduhan kasus pengeroyokan. 

    Padahal, menurut Heri, keributan terjadi akibat salah satu anggota keluarga Dany berusaha memukul HTW di luar ruang sidang. Tahu HTW akan dipukul, Indah dan Kastiah membela. Heri pun ikut melerai bersama jaksa dan petugas Pengadilan Negeri Mojokerto saat itu. “Anak saya yang awalnya akan dianiaya kok malah keluarga kami yang dituduh mengeroyok,” ucap Heri. 

    Laporan kasus pengeroyokan itu lama tak diproses polisi. Setelah Dany bebas dan menjalani hukuman penjara hampir 3 tahun, polisi tiba-tiba meneruskan kasus pengeroyokan yang dilaporkan keluarga Dany. Kepolisian Sektor Sooko pun memanggil dan memeriksa HTW, Indah, dan Kastiah. 

    Kasus ini pun berlanjut hingga berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Mojokerto. Jaksa lantas menahan ketiganya dan dititipkan di LP Kelas IIB Mojokerto sejak 4 Juni 2015. “Ketiga orang tersebut ditahan dengan alasan dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, atau menghilangkan barang bukti,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Mojokerto Dinar Kripsiaji. 

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.