Balai Cagar Budaya Gali Temuan di Situs Kerajaan Terung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lokasi ekskavasi atau penggalian salah satu situs bersejarah, yand diduga dibangun oleh kerajaan Majapahit. Kerajaan Hindu Budha tersebut mengalami kemunduran, saat meninggalnya Raja Hayam Wuruk pada abad ke 14. Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Suasana lokasi ekskavasi atau penggalian salah satu situs bersejarah, yand diduga dibangun oleh kerajaan Majapahit. Kerajaan Hindu Budha tersebut mengalami kemunduran, saat meninggalnya Raja Hayam Wuruk pada abad ke 14. Mojokerto, Jawa Timur, 1 Juni 2015. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Tim peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan melakukan ekskavasi (penggalian) terhadap situs bangunan hidrologi kuno yang berada di Desa Teruk Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    "Indikasi awalnya bahwa struktur ini kita perkirakan bangunan yang memiliki konteks dengan bagunan hidrologi," kata Ketua Tim Ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Nugroho di lokasi penggalian, Selasa, 9 Juni 2015.

    Menurut dia, pihaknya belum mengetahui pasti struktur tersebut bagunan hidrologi jenis apa. Balai baru bisa menyimpulkan setelah proses ekskavasi mencapai 50 persen. "Apakah ini bangunan hidrologi yang berasosiasi dengan sistem irigasi atau berkaitan dengan fungsi fasilitas umum masyarakat kuno," ujarnya.

    Berdasarkan penemuan beberapa fragmen artefak di sekitar lokasi, Balai Pelestarian menduga situs tersebut dibangun pada masa Dinasti Yuan sekitar abad 13-14 Masehi. "Jadi itu salah satu variabel data yang bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui periodisasi dari bangunan ini," ujarnya.

    Beberapa fragmen artefak itu antara lain struktur batu bata kuno, tembikar, porselen, gigi kerbau, batu timbangan, dan pagar keliling. Menurut Nugroho ekskavasi dilakukan sebagai langkah awal evakuasi penyelamatan situs. Ekskavasi dilaksanakan selama tiga hari dan berakhir Rabu, 10 Juni 2015.

    Situs ini pertama kali ditemukan warga setempat yang juga pemilik lahan, Sahuri, 54 tahun, pada 2011, melalui wangsit (bisikan dalam mimpi). Dibantu seniman Sidoarjo Jansen Jasien pada 2012, Sahuri melakukan penggalian. Setelah dilakukan penggalian tampak sebagian struktur bangunannya. Karena penggalian tanpa menggunakan metodelogi baku, bangunan itu kembali tertimbun tanah sedalam dua meter.

    Jansen, pelukis yang dikenal banyak terlibat dalam upaya pelestarian cagar budaya, meyakini situs tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Terung, yaitu kerajaan terakhir Majapahit. "Ada salah satu wilayah yang memperkuat itu," katanya.

    Tak jauh dari lokasi situs memang ditemukan petilasan Adipati Terung, Raden Kusen. Raden Kusen sendiri tak lain adalah anak dari Arya Damar, salah satu keturunan Brawijaya V. Bahkan di dekat penggalian, terdapat makam Raden Ayu Putri Ontjat Tondo Wurung, anak Raden Kusen.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.