JOKOWI MANTU: Ada Persembahan Perawan Ayu untuk Tamu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda. Instagram.com/@Gibranrakabuming

    Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda. Instagram.com/@Gibranrakabuming

    TEMPO.COSolo - Pernikahan anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selvi Ananda tinggal menghitung jam. Berbagai persiapan telah dilakukan tuan rumah, agar acara di Graha Saba, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 11 Juni 2015, berjalan lancar.

    Katering Chilli Pari telah menyiapkan daftar menu yang akan disuguhkan untuk tamu. Mereka akan menyediakan berbagai makanan tradisional khas Kota Solo. Menurut Gibran, ada sejumlah makanan ringan yang akan dihadirkan dalam jamuan itu.

    Baca:
    Siraman Gibran-Selvi, Air dari Keraton hingga Zamzam Mekah
    Gibran Jokowi Ternyata Sempat Gondrong
    Gibran Jokowi Akan Menikah, Kaesang Pasang Foto Mesra

    Beberapa sajian untuk para tamu di antaranya serabi, sosis basah daging sapi, keleman, serta perawan ayu. "Pasti belum pernah dengar nama makanan perawan ayu. Nanti lihat saja," ucap Gibran di Solo, Selasa, 9 Juni 2015.

    Gibran masih tetap merahasiakan jenis masakan yang memiliki nama unik itu. "Bahannya dari umbi-umbian," tuturnya. Dia hanya menegaskan bahwa makanan bernama perawan ayu itu masih termasuk kategori makanan ringan.

    Urusan makanan dalam acara itu ditangani langsung oleh Chilli Pari, perusahaan katering sekaligus penata acara pernikahan (wedding organizer) milik Gibran. Perusahaan itu dia rintis setelah lulus kuliah di Singapura pada 2010.

    Sedangkan lokasi resepsi pernikahan Gibran-Selvi diselenggarakan di gedung pertemuan Graha Saba milik Jokowi. Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 4 ribu meter itu diperkirakan mampu menampung sekitar 2.000 tamu.

    Gibran menikahi Selvi setelah lima tahun berpacaran. Gibran dan Selvi bertemu pertama kali pada 2009, ketika Selvi mengikuti pemilihan Putra-Putri Solo. Saat itu Gibran menjadi salah satu juri dalam materi bahasa Inggris.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.