Kakek di Sampang Ini 30 Tahun Tinggal di Bekas Kandang Sapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kakek warga kajang mengintip dari jendela rumahnya di kawasan adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Minggu (12/12). Masyarakat adat Kajang merupakan salah satu suku yang tinggal di pedalaman Sulawesi Selatan, yang menjauhkan diri dari modernitas dan hidup dari aturan adat serta ajaran leluhur. TEMPO/Hariandi Hafid

    Seorang kakek warga kajang mengintip dari jendela rumahnya di kawasan adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Minggu (12/12). Masyarakat adat Kajang merupakan salah satu suku yang tinggal di pedalaman Sulawesi Selatan, yang menjauhkan diri dari modernitas dan hidup dari aturan adat serta ajaran leluhur. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Sampang - Sejumlah aktivis Madura Development Wacth memaksa Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Malik Amrullah melihat kondisi Mawi, 70 tahun.

    Kakek renta warga Dusun Jubanger, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota, saat ini tinggal di sebuah gubuk bekas kandang sapi dan tak sekalipun tersentuh bantuan pemerintah.

    "Memang harus kami paksa, supaya kondisi Mawi cepat ditangani pemerintah," kata salah satu aktivis Madura Development Wacth, Tamsul, saat diminta konfirmasi, Selasa, 9 Juni 2015.

    Menurut Tamsul, nasib Mawi sungguh tragis. Sejak mengalami lumpuh kaki, dia di tempatkan pada gubuk bekas kandang sapi. "Sudah 30-an tahun dia tinggal di gubuk itu," ujar dia.

    Mawi hidup sebatang kara, setelah ditinggal mati kedua orang, saat usia Mawi 20 tahun. Dia juga tidak punya keturunan karena tidak pernah membina rumah tangga sepanjang hayatnya.

    Kondisi Mawi makin tragis, setelah pada 2001 kakinya digigit ular dan mengakibatkan kaki lumpuh total. "Oleh saudaranya sudah pernah dipindah ke tempat lebih layak, tapi Mawi menolak karena tidak kerasan, akhirnya balik tinggal di kandang sapi itu," tutur Tamsul.

    Kepala Dinsosnakertrans Sampang Malik Amrullah mengaku tidak pernah mendapat laporan soal Mawi. Kepala Desa dan Lurah belum pernah melapor kepadanya ada warga mereka yang tinggal di bekas kandang sapi. "Saya tahu, setelah diberitakan media," katanya.

    Malik memastikan akan merehabilitasi tempat tinggal Mawi. Syaratnya harus ada pengajuan resmi perangkat desa dan lurah. "Untuk awal, kami hanya beri bantuan sembako buat kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.