Sebelum 'Bertelur', Akmal Mengaku Susah Buang Air Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akmal (12), bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memegang benda menyerupai telur yang keluar dari duburnya, 8 Juni 2015. Akmal terhitung sudah empat kali bertelur dalam dua pekan terakhir. Istimewa

    Akmal (12), bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa memegang benda menyerupai telur yang keluar dari duburnya, 8 Juni 2015. Akmal terhitung sudah empat kali bertelur dalam dua pekan terakhir. Istimewa

    TEMPO.CO, Gowa – Akmal, 12 tahun, bocah asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, yang bisa mengeluarkan telur lewat duburnya sempat mengalami susah buang air besar.

    Bocah yang baru tamat sekolah dasar itu tidak bisa buang air besar dalam beberapa hari. "Dia sebelumnya bilang kalau sering sakit bagian duburnya kalau mau buang air besar," kata ayah Akmal, Ruslim, Selasa, 9 Juni 2015.

    Selain itu, pihak keluarga kerap mendapati gumpalan berbentuk bulat setiap kali Akmal ingin mengeluarkan telur. Gumpalan yang membengkak ditemukan di bagian pinggul.

    Ruslim mengatakan, pihak keluarga sempat heran saat mendapati anak keempat dari enam bersaudara itu bisa mengeluarkan telur. Sebab, keluarga tidak pernah mendapati tanda-tanda ataupun mengalami peristiwa aneh.

    "Kami sempat tidak percaya. Neneknya saja yang paling dekat dengan dia juga tidak percaya," kata dia.

    Ruslim menambahkan, Akmal memang sempat menderita demam sebelum bisa mengeluarkan telur dari tubuhnya. "Tapi, itu sudah lama dan cuman sakit biasa. Tidak ada yang aneh," ujarnya.

    Dokter dari RSUD Syekh Yusuf sendiri sudah mendiagnosis fenomena medis yang dialami oleh Akmal. Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUD Syekh Yusuf, dr Adriana Galla, menduga jika benda menyerupai telur dalam perut Akmal adalah akibat pengapuran dalam tubuh (kalsifikasi).

    Kalsifikasi ini membentuk sebuah cangkang bulat menyerupai telur. Hanya uniknya, benda ini tersimpan dengan aman di bagian panggul (inguinal) sebelah kiri bukan di usus atau anus Akmal. "Tapi ini sudah bisa disebut tidak normal," kata dia.

    Pihaknya berencana mengkonsultasikan hal ini ke dokter ahli bedah di Makassar. Sebab, pihak RSUD Syekh Yusuf belum mampu melakukan penindakan lebih lanjut terhadap Akmal. "Kami hanya bisa menangani rasa nyerinya," kata Adriana.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.