PT Kereta Api Bakal Angkut 2,4 Juta Penumpang Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja PT. KAI Daops V Purwokerto sedang mempercantik kereta api ekonomi dengan mengecat dan memasang pendingin udara, Kamis (19/7). Sejumlah tiga kereta ekonomi dipasangi pendingin udara untuk menyambut angkutan mudik Lebaran tahun ini. TEMPO/Aris Andrianto

    Pekerja PT. KAI Daops V Purwokerto sedang mempercantik kereta api ekonomi dengan mengecat dan memasang pendingin udara, Kamis (19/7). Sejumlah tiga kereta ekonomi dipasangi pendingin udara untuk menyambut angkutan mudik Lebaran tahun ini. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.COSemarang - PT Kereta Api Indonesia bakal mengangkut 2,4 juta penumpang selama angkutan Lebaran 2015. Jumlah itu akan bertambah sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan agar masa pelayanan angkutan Lebaran PT KAI ditambah.

    "Total mencapai 2,4 juta tiket selama angkutan Lebaran. Saat ini masih banyak jutaan tiket yang tersedia. Yang habis hanya H-2, H-3, dan H+1,” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat berkunjung di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Selasa petang, 9 Juni 2015.

    Edi menjamin PT KAI siap melaksanakan operasional Lebaran saat arus mudik dan balik. Sedangkan ketersediaan pengangkutan 2,4 juta penumpang itu dibuktikan dengan tambahan 15 rangkaian kereta api selama angkutan Lebaran.

    Edi memeriksa kesiapan di setiap daerah operasional dengan menerima laporan dari pimpinan daerah operasi, khususnya standar keamaan yang menjadi keutamaan pelayanan PT KAI.  “Keamanan ini nomor satu, supaya penumpang tenang sampai tujuan,” ucapnya. Dia menjelaskan, jajarannya sudah siap 100 persen dan bakal mengerahkan semua personel di semua satuan kerja.

    Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengakui masih banyak persimpangan liar yang rawan menimbulkan kecelakaan. Banyaknya persimpangan tanpa pintu itu tak bisa dihindari tapi bisa ditangani dengan cara mengerahkan satuan keamanan. “Kami berkomunikasi dengan wilayah dan bantuan dari pemda setempat,” ujar Hermanto.

    Dia memperkirakan persimpangan liar tanpa palang pintu secara nasional jumlahnya 8.000-9.000. Sedangkan upaya menutup tak mudah karena perlu koordinasi dengan daerah. Di Jawa Tengah, kepala daerah operasi sudah menyusun program lima tahunan untuk soal ini. 

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.