Jumat, 14 Desember 2018

Pantau Ujian SBMPTN, Menristek: Waspadai Joki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir memberikan presentasi dalam acara Education Outlook 2016 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015. Acara tersebut diselenggarakan oleh Tempo Media Group dan Universitas Katolik Atma Jaya. [TEMPO/Subekti; SB2015052701](Komunika Online)

    Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir memberikan presentasi dalam acara Education Outlook 2016 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015. Acara tersebut diselenggarakan oleh Tempo Media Group dan Universitas Katolik Atma Jaya. [TEMPO/Subekti; SB2015052701](Komunika Online)

    TEMPO.CO, Bogor - Pelaksanaan Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar di sejumlah sekolah dan kampus  Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa, 9 Juni 2015 pagi, dipantau langsung oleh Menteri Ristek Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir.

    Dalam kesempatan tersebut,   Nasir menghimbau kepada Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN dan peserta ujian mewaspadai segala bentuk percaloan, joki ujian, kebocoran soal bahkan beredarnya soal-soal ujian palsu, "Bila ditemukan adanya indikasi kecurangan segera laporkan pada panitia atau langsung pada kementrian," katanya saat ditemui di IPB, Selasa 9 Juni 2015.

    Nasir menambahkan, pihaknya akan memberi sanksi yang sangat berat jika dalam pelaksanaan ujian atau tes masuk perguruan tinggi yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia tersebut ada praktik percaloan atau joki, "Kami berikan sanksi berat, bahkan jika yang melakukanya adalah mahasiswa maka mereka harus dikenakan sanksi akademik."

    Menurut dia, pelaksanaan ujian SBMPTN ini untuk menseleksi calon mahasiswa yang akan diterima di 74 Universitas dan Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia, "Pada tahun ini, pelaksanaan SBMPTN ini diikuti okeh 693.185 peserta yang terbagi dalam 98 Panitia Lokal (Panlok) dan salah satunya adalah IPB," kata dia.

    Nasir menambahkan, pelaksanaan ujian  berlangsung dua hari,  untuk hari pertama tes terlulis, dan untuk hari kedua  ujian program keterampilan, "Berdasarkan laporan dari masing-masing Panlok, hari pertama ini ujian berjalan lancar dan semuanya akan dilakukan evaluasi,” katanya.

    Baca juga:
    Ujian Masuk Perguruan Tinggi Digelar Hari Ini

    SBMPTN 2015, Satu Kursi Diperebutkan 14 Orang
    Foto Peserta SBMPTN Bandung Bermasalah

    Sementara itu, Ketua Majlis Rektor Perguruan Tinggi yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengatakan, jika dalam SBMPTN ini memiliki indikator penilaian sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan program studi di universitas dan perguruan tinggi negeri masing-masing, “Masing-masing program studi mempunyai standar sendiri, semakin favorit program studi maka persaingannya makin ketat,” jelasnya.

    Untuk penerimaan melalui jalur SBMPTN setiap perguruan tinggi hanya mempunyai 30 persen dari jumlah keseluruhan atau kuota penerimaan mahasiswa baru. "Sementara untuk IPB menjadi Panlok 33 Bogor, yang dibawahnya ada 5 Subpanlok," kata dia.

    Ketua Pania SBMPTN Panlok 33, Yonny Koesmaryono mengatakan, untuk Panlok 33 Bogor menyediakan sebanyak 472 ruangan di 23 lokasi ujian, Bekasi dengan 476 ruangan dengan 21 lokasi ujian, Cianjur/Sukabumi dengan 156 ruangan di 6 lokasi, Cirebon 250 ruangan dengan 11 lokasi, dan  Karawang dengan 348 ruangan di 13 lokasi. "Jadi jumlah ruangan untuk ujian 1.702 kelas di Panlok Bogor. Untuk pelaksanaan ujian di Bogor, terbagi di 23 sekolah yang terdekat dengan kampus IPB,” katanya.

    Yonny menambahkan,  pada pelaksanaan tahun 2014 lalu pendataran SBMPTN diikuti 29.188 peserta. Perinciannya,  14.905 untuk kelompok Saintek, 10.431 untuk kelompok Soshum, dan 3.852 untuk kelompok campuran.

    M SIDIK PERMANA

    TOPIK TERKAIT: SBMPTN 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.