Di Desa Ini, Pengajian Diputar Setiap Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak menunjukkan karpet masjid Ahmadiyah yang dibersihkan dan dijemur karena sebelumnya ada kobaran api dalam masjid di Kampung Babakansari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Rabu (2/5). ANTARA/Feri Purnama

    Seorang anak menunjukkan karpet masjid Ahmadiyah yang dibersihkan dan dijemur karena sebelumnya ada kobaran api dalam masjid di Kampung Babakansari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Rabu (2/5). ANTARA/Feri Purnama

    TEMPO.COSumenep - Siaran radio memecah keheningan pagi di Dusun Jatian, Desa Ganding Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kamis pagi dua pekan lalu itu, radio tengah menyiarkan pengajian kitab kuning. Program itu diasuh KH Musyfiq, salah satu kiai sepuh di Kabupaten Sumenep.

    Disambungkan ke pengeras suara sebuah langgar (tempat salat dengan ukuran yang lebih kecil dari masjid—red), siaran pengajian itu terdengar ke seluruh penjuru Dusun Jatian. "Setiap pagi, mulai selesai salat subuh, pasti Kiai Hannan menyiarkan ceramah radio selama satu jam," kata Amin, warga Dusun Jatian. Kiai Hannan adalah tokoh agama di Dusun Jatian.

    Ceramah yang disiarkan setiap pagi berbeda-beda, bergantung pada program yang disiarkan radio. Namun intinya sama. Siaran favorit adalah ceramah agama. "Sebenarnya bising. Tapi, karena yang disiarkan ceramah, tidak apa-apa, buat tambah pengetahuan," ujar Munir.

    Kiai Hannan, pengasuh langgar mengaji itu, menuturkan, dalam setahun, belum tentu ada warga di Dusun Jatian yang menggelar pengajian. Dia berpikir menyiarkan ceramah pada siaran radio adalah sarana yang tepat untuk menyirami hati warga Dusun Jatian dengan ilmu-ilmu agama. "Bukan hanya di sini, di dusun sebelah juga menyiarkan ceramah lewat pengeras suara," tuturnya.

    Pagi itu, kumandang pengajian tidak hanya dari Dusun Jatian. Dari Dusun Mor Makam, yang terletak di sebelah utara, juga terdengar suara pengajian dari pengeras suara. Ke timur sedikit, ada Desa Lenteng Barat. Dari kejauhan terdengar lamat-lamat pengajian berkumandang dari pengeras suara masjid milik KH Mashurat.

    Lain lagi di Dusun Batu Putih, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Saat Tempo berkunjung Senin pekan lalu, VCD rekaman pergelaran seni pertunjukan tayub dan ludruk juga diputar lewat pengeras suara. "Ini memang sudah kebiasaan warga di sini. Warga membeli sendiri semua peralatannya," ucap Taufikurrahman, seorang warga.

    Menurut Taufik, pemutaran rekaman pertunjukan ludruk itu tidak berbatas waktu. Sepanjang hari, rekaman itu diputar berulang-ulang hingga malam menjelang. "Seharian diputar terus-menerus, baru berhenti kalau sedang ke luar rumah," ujar lelaki yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Pamekasan ini.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.