Inilah 3 Fakta Tersembunyi di Balik Pernikahan Anak Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan calon istrinya Selvi Ananda saat konfrensi pers menjelang pernikahannya di gedung Graha Saba, Surakarta, Jawa Tengah, 14 April 2015. Meski tidak menyampaikan secara rinci kapan tanggal pernikahan akan dilaksanakan, Iriana memastikan waktu digelarnya pernikahan awal Juni 2015 nanti. Tempo/Bram Selo Agung

    Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan calon istrinya Selvi Ananda saat konfrensi pers menjelang pernikahannya di gedung Graha Saba, Surakarta, Jawa Tengah, 14 April 2015. Meski tidak menyampaikan secara rinci kapan tanggal pernikahan akan dilaksanakan, Iriana memastikan waktu digelarnya pernikahan awal Juni 2015 nanti. Tempo/Bram Selo Agung



    2. Tanpa Embel-embel Presiden
    Gibran juga punya permintaan khusus saat akad nikah yang akan berlangsung Kamis 11 Juni 2015 nanti. Kepada Kepala Kantor Urusan Agama, Muhtaroji, yang bertindak sebagai penghulu nanti, Gibran meminta agar nama ayahnya dipanggil Ir. Joko Widodo saja. "Mas Gibran minta tidak dipanggil dengan sebutan Bapak Presiden," kata Muchtaroji.

    Baca juga:
    Mantu, Jokowi Tak Undang Kepala Negara Sahabat

    Muchtaroji sendiri, didaulat sebagai wali nikah dalam ijab kabul nanti. Kini, seluruh persyaratan pernikahan Gibran-Selvi sudah lengkap. Calon mempelai juga sudah melakukan geladi bersih ijab kabul yang dilakukan beberapa hari lalu di kediaman Jokowi. Ijab kabul akan digelar di ruang transit Gedung Graha Saba, balai pertemuan sekaligus lokasi resepsi.

    Dalam gladi bersih tersebut juga terungkap mahar atau mas kawin yang akan diserahkan Gibran kepada Selvi. Gibran, kata Muchtaroji, mas kawin berupa seperangkat alat salat kepada Selvi.

    Selanjutnya: Tanpa kereta kuda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.