Pengungsi Sinabung, Masih Ada yang Kekurangan Tenda dan Susu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi lansia beristirahat di posko pengungsian Gunung Sinabung di Kaban Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, 3 Juni 2015. Warga yang diungsikan adalah warga di radius 7 kilometer arah selatan dan tenggara Gunung Sinabung. ANTARA/Zabur Karuru

    Pengungsi lansia beristirahat di posko pengungsian Gunung Sinabung di Kaban Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, 3 Juni 2015. Warga yang diungsikan adalah warga di radius 7 kilometer arah selatan dan tenggara Gunung Sinabung. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO , Karo: Untuk kebutuhan logistik, seperti makanan dan pakaian, kebutuhan pengungsi sudah tercukupi. “Tiap 2 hari sekali, ada staf BPBD Tanah Karo yang mengantarkan beras, lauk pauk, gas, dan bumbu masakan kemari,” ujar Koordinator Pengungsi di GBKP Simpang Enam, Zulkarnaen Tarigan.

    Untuk kebutuhan MCK pun,  Zulkarnaen menambahkan, di pengungsian GBKP Simpang Enam sudah tercukupi.

    Lain halnya dengan para pengungsi di Paroki Katolik. ”Di sini makanan sudah cukup diantar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tapi soal tempat tinggal dan kebutuhan lainnya masih belum,” ujar Koordinator Pengungsi di Paroki Katolik Bastanta Purba. “ Kami masih kekurangan tenda, palet (alas tidur bawah), peralatan mandi, dan susu untuk anak dan dewasa.”

    Di Paroki Katolik, menurut Bastanta, ada banyak warga yang masih kebasahan jika hujan tiba. Sementara di Kabanjahe, saat ini curah hujan sedang tinggi. “Jumlah tenda disini hanya ada 9. Satu tenda ukuran 3 x 3 meter idealnya maksimal diisi 20 orang. Tapi di sini terpaksa dihuni hingga 78 orang, karena jumlahnya belum mencukupi,” ujar Bastanta.

    Bastanta sudah mengusulkan ke BPBD Tanah Karo berulangkali, namun belum ada tanggapan hingga saat ini.

    Karena berdesakan, maka warga terpaksa tidur saling berhimpitan. "Sementaran palet (alas tidur bawah) juga kurang, makanya kalau hujan, banyak sekali warga yang tidak bisa tidur disini, karena basah,” ujar Bastanta.

    Selain itu, karena banyaknya balita dan ibu hamil di Paroki, ketersediaan akan susu juga terbatas. ”Sampai hari ini belum ada yang mengantarkan susu, padahal ada sekitar 47 balita disini yang membutuhkan,” ujar Bastanta.

    SALOMON PANDIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.