BMKG Prediksi Cuaca Buruk Masih Melanda Luwu Raya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Toby Melville

    REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Palopo - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memprediksi wilayah Luwu Raya, yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu Utara, masih dilanda cuaca buruk, berupa hujan yang disertai angin kencang dalam satu minggu kedepan.

    Prakiraan BMKG Luwu Utara, Lessy Andari, mengatakan puncak musim hujan sudah terjadi pada April lalu, Namun hingga saat ini hujan diprediksi masih akan mengguyur wilayah Luwu Raya pada sore hingga malam hari. "Bagi daerah yang sering menjadi langganan banjir diminta tetap waspada, karena kapan saja banjir bisa terjadi," katanya, Senin, 8 Juni 2015.

    Selain potensi hujan deras saat malam hari, cuaca buruk juga patut diwaspadai, karena kapan saja bisa melanda selama Juni ini. Awan Comulumunimbus juga bisa muncul kapan saja, yang disertai guntur dan angin kencang.

    Kapal kecil juga diminta untuk tetap waspada saat akan berlayar. Sebab ketinggian gelombang di teluk Bone bisa berubah setiap saat.

    Sementara itu pencarian terhadap Marten Lobo, 47 tahun, seorang penumpang perahu yang terbalik dan tenggelam di perairan Teluk Bone, hingga hari ini masih terus dilanjutkan.

    Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama Polisi Perairan dan Tanggap Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, terus menyisir tepi pantai yang menjadi lokasi perahu tenggelam.

    Perahu ditumpangi Marten bersama empat orang lainnya sesama warga Tana Toraja terbalik dan tenggelam di perairan Teluk Bone, Kamis pekan lalu.

    Saat ini mereka berniat mengisi waktu liburan dengan membakar-bakar ikan di rumah kerabatnya di Desa Seriti, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu. Namun dalam pelayaran menuju Seriti, cuaca yang semula cerah tiba-tiba berubah.

    Perahu sudah memutar arah dan kembali ke darat. Namun perahu tiba-tiba terbalik, kemudian tenggelam. Dari lima orang penumpang, tiga orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, seorang selamat. Adapun Marten belum ditemukan. “Pencarian akan terus kami lakukan sampai korban ditemukan," ujar Koordinator Pos SAR Bone, Andi Sultan.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.