Ramadan, Napi Bengkulu Wajib Ikut Pesantren Kilat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pondok Pesantren At Taubah di LP Kelas I Lowokwaru, Kota Malang (16/8). TEMPO/Bibin Bintariadi

    Pondok Pesantren At Taubah di LP Kelas I Lowokwaru, Kota Malang (16/8). TEMPO/Bibin Bintariadi

    TEMPO.CO, Bengkulu - Para narapidana dan tahanan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Malabero, Bengkulu, diwajibkan mengikuti pesantren kilat selama bulan suci Ramadan 1436 Hijriah.

    Menurut Kepala LP Kelas II Malabero Bengkulu F.A. Widyo Putranto, pada Ramadan mendatang para narapidana dan tahanan dapat melaksanakan ibadah lebih baik lagi mulai mengaji, salat berjemaah, hingga siraman rohani setiap hari selama satu bulan.

    "Harapannya ibadah para warga binaan pada bulan suci ini lebih baik lagi, dan ditambah dengan tausiah agama setiap hari untuk menambah pengetahuan mereka tentang agama," kata Widyo, Senin, 8 Juni 2015.

    Ia mengatakan kegiatan pesantren ini sifatnya wajib bagi semua warga binaan yang terdiri dari 801 narapidana dan tahanan kasus kriminal umum, 272 kasus narkoba, 58 kasus anak-anak, dan 96 kasus tindak pidana korupsi.

    Adapun untuk salat lima waktu dan tarawih berjemaah, kata Widyo, akan dipimpin salah satu dari penghuni LP secara bergantian. Penceramah dan pembimbing pengajian, pihak LP bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk mengisi kegiatan ceramah.

    "Beberapa dari warga binaan kita berdayakan untuk membimbing rekan-rekannya yang lain, karena mereka kita pandang mampu untuk itu," ujar Widyo.

    Khusus untuk pengurangan masa tahanan atau remisi pihak LP menyiapkan usulan sebanyak 600 orang dengan usulan pengurangan berjenjang mulai dari 30 hari, 60 hari, dan 90 hari. Tetapi saat ini pihak LP sedang melakukan pendataan dan akan diusulkan saat awal Ramadan mendatang.

    "Remisi kami data dahulu siapa saja yang berhak diajukan, sebab ada beberapa penghuni terpaksa namanya dicoret karena berperilaku melanggar aturan," kata Widyo.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.