Pilkada Jateng, Gerindra Lawan Dominasi PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Partai Gerindra. KPU.go.id

    Partai Gerindra. KPU.go.id

    TEMPO.CO, Semarang - Meski Jawa Tengah merupakan basis pemilih PDI Perjuangan, tapi Partai Gerindra Jawa Tengah diberi target oleh pengurus pusat untuk bisa menang di tujuh daerah pemilihan kepala daerah.

    Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jawa Tengah Sriyanto Saputro menyatakan dari 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah pengurus pusat menargetkan bisa menang sebanyak 30 persen.

    “Kami dibebani (oleh pengurus pusat) bisa menang di tujuh kabupaten/kota,” kata Sriyanto Saputro kepada Tempo di Semarang, Senin, 8 Juni 2015.

    Sriyanto masih merahasiakan di mana saja tujuh daerah yang ditarget menang partainya. “Saya sudah punya rincian tapi ini rahasia perusahaan,” kilahnya. Toh dia menyebutkan beberapa daerah yang kandidat kepala daerah merupakan kader internal Partai Gerindra, di antaranya Kendal, Semarang, Wonogiri, Sragen, Rembang, dan Wonosobo.

    Agar target menang di tujuh daerah itu bisa dicapai, Gerindra Jawa Tengah akan menggarap secara serius di 12 kabupaten/kota. “Tujuannya agar jika satu daerah meleset maka masih ada daerah lain yang bisa digenjot agar bisa menang,” ujarnya.

    Tapi, menurut Sriyanto, Gerindra tak bisa mengusung sendiri calonnya, karena partai yang dipimpin bekas menantu Presiden Soeharto ini harus berkoalisi dengan partai lain. Bahkan mereka terbuka menggandeng lawan politik mereka, PDI Perjuangan. “Kami di daerah ada juga yang kemungkinan bersama dengan PDIP,” kata Sriyanto.

    Ia mencontohkan Partai Gerindra menjalin komunikasi politik dengan PDI Perjuangan di beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Demak dan Blora. “Tapi, komunikasi itu hingga kini belum menemukan titik temu,” ujar Sriyanto.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.