Temui Pansel KPK, Budi Gunawan: Korupsi Sengsarakan Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbicara di depan awak media usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Tim 9 Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbicara di depan awak media usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 8 Juni 2015, menemui Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti.

    Ketua Pansel Pimpinan KPK Destry Damayanti mengatakan pertemuan dengan Badrodin bertujuan untuk saling berkoordinasi terkait dengan pemilihan pimpinan KPK.

    Menurut Destry, Pansel meminta bantuan Polri dalam menelusuri rekam jejak para calon. "Ini sebagai rangkaian tim Pansel untuk memperkaya masukan dari penegak hukum dan masyarakat," ucapnya di Mabes Polri, Senin, 8 Juni 2015.

    Dalam pertemuan itu, hadir pula Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Destry menuturkan Badrodin dan Budi Gunawan menyatakan kesiapannya membantu Pansel. "Pak Budi Gunawan juga mendukung Pansel segera mencari pimpinan KPK, karena korupsi menyengsarakan rakyat," katanya.

    Destry menjelaskan, hingga saat ini, sudah ada 15 nama yang telah mendaftarkan diri. Mereka terdiri atas akademikus, aktivis, pegawai negeri, serta pengusaha. Ada pula calon dari purnawirawan Polri. Namun dia mengaku lupa nama mereka. "Rata-rata bukan orang terkenal," ucapnya.

    Anggota Pansel, Yenti Ganarsih, berujar, selain berkoordinasi dengan Polri, timnya juga akan meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Agung, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Kemungkinan kami akan berkoordinasi dengan PPATK dan lainnya pada pekan depan," tuturnya.

    Sebelumnya, juru bicara Pansel, Betti Alisjahbana, menjelaskan, dalam menjaring kandidat, Pansel sudah merencanakan untuk meminta masukan berbagai pihak. Antara lain Forum Pemimpin Redaksi, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, kelompok lintas agama, dan asosiasi profesi.

    Pada 21 Mei lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan sembilan nama anggota Pansel. Mereka semuanya wanita, di antaranya Destry Damayanti (ekonom dan ahli keuangan) yang ditunjuk sebagai Ketua Pansel dan Enny Nurbaningsih (pakar hukum tata negara dan Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional) sebagai Wakil Ketua Pansel,

    Sedangkan sisanya yang menjadi anggota adalah Harkristuti Harkrisnowo (pejabat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), Betti Alisjahbana (ahli teknologi dan informasi asal Institut Teknologi Bandung), Yenti Ganarsih (pakar pencucian uang), Supra Wimbarti (psikolog), Natalia Subagyo (ahli tata kelola pemerintahan), Diani Sadiawati (pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Meuthia Ganie Rochman (ahli sosiologi korupsi dan modal sosial).

    Mereka akan membuka pendaftaran calon pimpinan KPK pada 5 Juni 2015. Selama proses penyaringan, Pansel berkantor di Sekretariat Negara.

    DEWI SUCI R.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.