Cara Risma Mengingatkan Dolanan Jadoel ke Anak Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima sajian Lontong Balap, kuliner khas Surabaya saat membuka Festival Kampung Lawas di kawasan Maspati gang 5 dan 6, Surabaya, 26 Mei 2015. Pemkot Surabaya membuat pelestarian kawasan kawasan kota tua sebagai salah satu aset wisata cagar budaya di Surabaya. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menerima sajian Lontong Balap, kuliner khas Surabaya saat membuka Festival Kampung Lawas di kawasan Maspati gang 5 dan 6, Surabaya, 26 Mei 2015. Pemkot Surabaya membuat pelestarian kawasan kawasan kota tua sebagai salah satu aset wisata cagar budaya di Surabaya. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO , Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan salah satu radio swasta di Surabaya serta Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menggelar acara festival dolanan jadoel atau Surabaya Urban Culture Festival 2015 (SUCF 2015). Festival tersebut dihelat di sepanjang jalan Tunjungan, Minggu, 7 Juni 2015.

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan festival ini merupakan seni dan budaya anak-anak Surabaya yang mungkin sudah dilupakan oleh anak-anak, atau bahkan tidak mengetahui sama sekali. “Makanya kami selenggarakan festival ini untuk mengingatnya,” kata Risma saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut, Ahad.

    Adapun alasan memilih Jalan Tunjungan itu karena di sepanjang jalan itu penuh legenda dari para pahlawan Kota Surabaya. Warga Surabaya diharapkan mengingat jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan masa depan bangsa. “Saya sengaja memanfaatkan jalan ini untuk mengingat kembali jasa para pahlawan kita,” kata Risma.

    Ketua Panitia SUCF 2015 Irma Budianti mengatakan festival tersebut digelar untuk ketiga kali dalam tiga tahun berturut-turut. Tahun ini, acaranya ditujukan untuk membawa pengunjung bernostalgia ke masa lalu dan ikut bermain serta mengingat kembali dolanan-dolanan yang dulu sering dimainkan dan sekarang sudah jarang terlihat. “Sekitar sembilan dolanan jadoel yang kami suguhkan untuk dimainkan para pengunjung,” kata Irma.

    Sembilan dolanan jadoel itu adalah godak sodor atau hadang-hadangan, egrang, terompah panjang, dagongan, tarik tambang, dakonan, engkle, balap karung, serta lompat tali karet. Selain itu, para pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman tradisional jadoel, serta berbagai macam makanan unik berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau. “Semoga ini bermanfaat bagi warga Surabaya,” kata dia.

    Pantauan Tempo, sejak pukul 14.00 ribuan warga Surabaya maupun luar Surabaya memadati acara tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua berdesakan di jalan sepanjang Tunjungan Surabaya. Gelak tawa para pengunjung terlihat ketika mencoba berbagai macam permainan jadoel itu, terutama permainan tarik tambang yang menyita banyak perhatian para pengunjung. Sebab, orang tua maupun anak-anak ikut menarik tali besar itu.

    Di samping itu, warga juga menikmati makanan tradisional maupun modern dengan harga yang relatif murah, mereka menikmatinya sambil duduk di tengah jalan yang di sterilkan dari kendaraan bermotor itu.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.