Pengungsi Rohingya Masuk Pesantren, Imigran Bangladesh?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evakuasi 65 imigran asal Rohingya, Srilanka, Banglades yang diamankan di Rote ke Kupang, 2 Juni 2015. tempo/Jhon Seo

    Evakuasi 65 imigran asal Rohingya, Srilanka, Banglades yang diamankan di Rote ke Kupang, 2 Juni 2015. tempo/Jhon Seo

    TEMPO.CO , Bangkalan: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan pengungsi asal Bangladesh yang saat ini ditampung di Aceh dalam waktu dekat akan segera dipulangkan ke negara asalnya. Officer Of IUM Team, lembaga yang menangani masalah imigran, telah bersedia memfasilitasi pemulang pengungsi Bangladesh.

    "Pengungsi Bangladesh ini masuk kategori economic migrant, solusinya cuma repatriasi," kata Khofifah, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Anwar Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Ahad, 7 Juni 2015.

    IUM, kata Khofifah, akan memfasilitasi pemulangan imigran Bangladesh setelah Pemerintah Bangladesh melengkapi dokumen perjalanan untuk para pengungsi. Setelah dokumen perjalanan lengkap, pengungsi akan dipindah ke Transito di Kota Medan. "Dua tiga hari di transito, mereka akan dipulangkan, tiketnya ditanggung IUM," ujar Khofifah.

    Sementara untuk pengungsi Rohingya, ada tiga opsi penanganannya. Tiga opsi itu muncul setelah tiga menteri luar negeri dari Indonesia, Malaysia,  dan Thailand bertemu pada 29 Mei lalu.

    Tiga opsi itu, kata Khofifah, adalah memberikan tempat penampungan yang kondusif di Rumah Perlindungan Sosial dan Anak (RPSA) bagi anak yatim piatu sebatang kara pengungsi Rohingya. Ada sekitar 231 anak Rohingya yang yatim piatu. "Selain RPSA, ada sejumlah pesantren di Jatim yang menyatakan siap mengasuh mereka," kata Khofifah.

    Opsi kedua adalah melakukan reunifikasi karena banyak pengungsi Rohingya yang tercerai berai dari keluarganya. "Istrinya ada di indonesia, sementara suaminya mengungsi di Malaysia. mereka yang terpisah akan dipersatukan, bisa ke Indonesia atau ke Malaysia," ujar Khofifah.

    Opsi ketiga, Khofifah melanjutkan adalah penampungan. Opsi dikhususkan bagi pengungsi Rohingya yang tidak dua klasifikasi pengungsi di atas yaitu yatim piatu dan reunifikasi. Dengan opsi ini pemerintah Indonesia akan menampung pengungsi Rohingya selama satu tahun.

    Soal lokasinya masih dicarikan solusi terbaik, apakah tetap di Gudang Bulog Aceh saat ini atau akan ditempatkan di pulau khusus. "Tempatnya dimana sedang digodok oleh pemerintah, kami menilai tempat penampungan sekarang masih layak," kata Khofifah.

    Khofifah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa serta negara-negara yang ikut meratifikasi masalah pengungsi harus ikut tangan menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya. "Pengungsi ini masalah dunia, PBB harus turun tangan," tutur Khofifah.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.