Tukang Becak Acara Jokowi Mantu Dibayar Rp 200 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran menceritakan pengalaman bisnisnya dalam sebuah workshop di Universitas Sahid Solo,  28 April 2015. Dia juga memperkenalkan produk barunya berupa martabak delapan rasa. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Gibran menceritakan pengalaman bisnisnya dalam sebuah workshop di Universitas Sahid Solo, 28 April 2015. Dia juga memperkenalkan produk barunya berupa martabak delapan rasa. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO , Solo: Sekitar 200 becak bakal berpartisipasi dalam hajatan pernikahan anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selvi Ananda. Mereka bertugas mengantar-jemput tamu dari parkiran menuju gedung resepsi.

    Mereka akan menerima jasa mengayuh becak senilai Rp 200 ribu tiap orang. Karena itu, para pengemudi becak tidak akan meminta upah dari para penumpang. "Tapi jika ada tip, jelas kami tidak akan menolak," kata pengayuh becak yang juga koordinator Forum Kemunikasi Keluarga Becak (FKKB) Solo, Sardi Ahmad, Ahad, 7 Juni 2015.

    Para pengayuh becak tersebut akan mengenakan seragam berupa baju lurik. Selain itu, mereka juga akan memakai blangkon serta berkalung tanda pengenal.

    Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa semua seragam dan uang jasa itu berasal dari keluarga pemilik hajatan. "Bukan dari pemerintah," kata Rudy.

    Bahkan, pemerintah juga tetap akan menerima retribusi atas penggunaan fasilitas publik yang digunakan dalam hajatan itu. "Misalnya penggunaan toilet berjalan," katanya.

    Dalam hajatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menyediakan tiga toilet berjalan di sekitar lokasi resepsi.

    Gibran bakal menikah dengan Selvi pada 11 Juni mendatang. Mereka menikah setelah berpacaran lima tahun. Gibran dan Selvi bertemu pertama kali pada 2009 saat Selvi mengikuti pemilihan Putra-Putri Solo. Saat itu Gibran menjadi salah satu juri dalam materi bahasa Inggris.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.