TERUNGKAP: Batu Akik Turunkan Angka Gugatan Cerai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerai batu akik. TEMPO/Hadriany P

    Gerai batu akik. TEMPO/Hadriany P

    TEMPO.CO , Bangkalan: Booming batu akik di Indonesia tidak hanya mendatang rezeki, tapi juga menurunkan tingkat kriminilas di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa saat memberi ceramah ilmiah di Pondok Pesantren Al-Anwar, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Ahad, 7 Juni 2015.

    Menurut Khofifah, hubungan batu akik dan menurunnya kriminalitas ini terjadi di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. "Para gubernurnya sendiri yang cerita pada saya," katanya tanpa merinci angka penurunan kriminalitas tersebut.

    Tak hanya dalam hal kriminalitas, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, kata Khofifah, booming batu akik menurunkan angka gugat cerai di Pengadilan Agama hingga 35 persen. Fakta ini, kata Khofifah, terjadi demam batu akik telah meningkatkan perekonomian dalam rumah tangga sehingga tercipta keharmonisa dan terhindar dari perceraian.

    Di sisi lain, booming batu akik telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi para pelaku kejahatan sehingga kriminalitas menurun. "Ini namanya disertifikasi profesi," katanya. Khofifah menambahkan, kiai dan pesantren di Bangkalan harus mendukung disertifikasi profesi pada para santrinya.

    Ke depan, para lulusan pesantren yang berbasis Nahdlatul Ulama harus menjadi jenderal baik di TNI atau pun Polri. Harus menjadi ekonom atau ahli finansial, sehingga tercipta jenderal dan ekonom yang ahli agama. "Jangan semuanya didorong menjadi penceramah dan berkutat di dunia dakwah," ungkap dia.

    Saat ini, kata Khofifah, Indonesia kekurangan ahli finansial. NU, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia harus melihat fakta ini sebagai momentum melakukan disertifikasi profesi. "Ikhlaskan kiai kalau ada santrinya mau sekolah finansial, di sisi lain kirim juga santrinya sekolah ke Yaman atau ke Mesir," ujar dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.