Cerita Abang Becak yang Girang Dapat Undangan Jokowi Mantu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas media center menunjukkan sampul undangan pernikahan putra Presiden Joko Widodo Gibran-Selvi, 4 Juni 2015. Sampul undangan berlapis kain beludru warna merah hati. Tempo/Ahmad Rafiq

    Petugas media center menunjukkan sampul undangan pernikahan putra Presiden Joko Widodo Gibran-Selvi, 4 Juni 2015. Sampul undangan berlapis kain beludru warna merah hati. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO , Solo: Seorang pengayuh becak yang biasa mangkal di dekat Pasar Pon Solo, Jawa Tengah, Sardi Ahmad mengaku girang. Sebabnya, dia memperoleh undangan untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda.

    "Saya merasa sangat bangga," kata Sardi saat ditemui Tempo di tempat mangkalnya, Ahad, 7 Juni 2015. Dia tidak menyangka masyarakat kecil seperti dirinya bisa diundang dalam acara pernikahan anak sulung Presiden Joko Widodo itu.

    Menurut Sardi, dia diundang sebagai koordinator Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Solo. "Hanya saya dan sekretaris yang mendapat undangan," katanya sembari menunjukkan undangan yang diterimanya tiga hari lalu itu.

    Dia mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk mengadiri acara itu. Termasuk, uang sumbangan yang jamak diberikan saat menghadiri resepsi pernikahan. "Kalau nyumbang kan seperti menggarami lautan," katanya sembari tersenyum.

    Sardi menerima undangan untuk meghadiri resepsi di sesi siang. Sedangkan malam harinya, dia akan ikut mengayuh becak di sekitar lokasi resepsi. "Saya bertugas mengantarkan tamu dari parkiran menuju lokasi resepsi," katanya.

    Sekitar 200 becak di Kota Solo akan dikerahkan untuk keperluan mengantarkan tamu selama resepsi pernikahan Gibran dan Selvi. Selain mendapatkan seragam, para tukang becak juga mendapat honor Rp 200 ribu per orang sebagai imbalan jasanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.