Wali Kota Risma Minta Anak Tak Gampang Terima Permen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bernyanyi bersama anak-anak Liponsos Kalijudan untuk menghibur tamu undangan seusai resepsi nikah massal di komplek Gedung Balai Pemuda, Surabaya, 28 November 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bernyanyi bersama anak-anak Liponsos Kalijudan untuk menghibur tamu undangan seusai resepsi nikah massal di komplek Gedung Balai Pemuda, Surabaya, 28 November 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada seluruh anak-anak di Kota Surabaya untuk tidak mudah menerima permen dari seseorang yang tidak dikenalnya, karena bisa saja permen itu adalah narkoba yang dikemas dalam bentuk permen.

    “Hati-hati ya, jangan langsung mau dikasih permen sama orang yang tidak kamu kenal, karena belum tentu itu permen asli,” kata Risma kepada anak-anak yang hadir dalam roadshow Surabaya Merdeka Sampah di Jendong, Tambaksari, Surabaya, Ahad, 7 Juni 2015.

    Menurut Risma, apabila permen yang diberikan itu benar permen tidak menjadi masalah, tapi apabila permen itu adalah permen yang dicampur dengan narkoba, maka bahayanya akan menjadi ketagihan bagi yang memakannya. “Jika dimakan akan ketagihan, dan masa depan kalian akan hancur, jadi jangan mau ya anak-anakku tersayang,” ujarnya.

    Sejauh ini, lanjut Risma, memang banyak cara yang dilakukan oleh para pengedar narkoba dalam menyebarkan barang haramnya itu, dan salah satunya dengan menggunakan media permen yang dicampur dengan bahan narkoba, sehingga tidak banyak diketahui oleh anak-anak.

    Selain itu, Risma meminta kepada orang tua atau masyarakat yang memiliki anak kecil untuk selalu mengawasi anaknya dari bahaya narkoba, termasuk dari bahaya permen yang dicampur bahan narkoba. Dengan pengawasan dari orang tua, kata dia, diharapkan anak-anak mampu mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba. “Tolong tingkatkan lagi pengawasannya kepada anak-anak,” kata dia.

    Risma juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anaknya, termasuk mengajak berbincang-bincang mereka dan menceritakan aktivitas keseharian anaknya. “Hanya dengan cara seperti ini kita bisa menangkal anak-anak dari pergaulan bebas,” kata Risma.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.