Pengakuan Mengejutkan Rektor Berkley Soal Gelar Arief Yahya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata, Arief Yahya di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Pariwisata, Arief Yahya di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Rektor University of Berkley, Jakarta, Liartha S. Kembaren tidak bisa membuktikan Menteri Pariwisata Arief Yahya adalah alumnus dari kampusnya. "Tidak ada lagi berkasnya. Dia sudah lama sekali menjadi siswa kami," kata Liartha kepada Tempo di Jakarta, Jumat 5, Juni 2015. (Baca: Arief Yahya Sangkal Alumnus Berkley, Unpad Bongkar Faktanya)

    Dalam situs resminya, Lembaga Manajemen Internasional Indonesia mempublikasikan daftar alumnus yang meraih gelar PhD atau doktoral dari kampus tersebut. Sejumlah nama beken, seperti Arief Yahya; anggota DPR, Kamarudin Watubun dan Lili Asdjudiredja; mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Hadiman, serta mantan Kapolda Jawa Tengah Alexander Bambang Riatmodjo, ada dalam daftar itu.

    Liartha menjelaskan, Arief adalah alumnus Kennedy-Western University, bukan lulusan University of Berkley, seperti yang ramai diberitakan. Kennedy-Western University juga pernah dipimpin Liartha karena tergabung dalam LMII. Di lembaga itu, Liartha mengaku pemilik sekaligus rektornya. "Kampus itu di bawah LMII  juga." (Baca juga: Rektor Berkley Klaim Menteri Arief Yahya Alumninya)

    Menurut Liartha, Kennedy-Western University mirip seperti University of Berkley, yang bekerja sama dengan kampus aslinya di Amerika Serikat. Namun kampus itu tutup lantaran biaya operasionalnya yang mahal. "Setelah Kennedy tutup, saya bertemu dengan pimpinan Berkley. Lalu saya mendirikan University of Berkley," ujar Liartha.

    Kennedy-Western University sendiri, menurut Liartha, sempat berlokasi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kampus itu pernah beroperasi selama hampir sepuluh tahun di Ibu Kota. Sebelumnya, University of Berkley, Michigan, membuka cabang di Jakarta melalui kerja sama dengan LMII. (Baca: Berkley Dituduh Bodong: Wah, Alumnusnya di Kabinet Jokowi?)

    Arief Yahya menyangkal memiliki ijazah yang diperoleh dari University of Berkley, Jakarta. "Tidak benar," tuturnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2015. "Saya enggak tahu kenapa tiba-tiba nama saya disangkut-pautkan dengan universitas itu," katanya. Menurut Arief, dia tak pernah berhubungan dengan University of Berkley, Jakarta. Namun Tempo belum berhasil mengkonfirmasi soal pengakuan Liartha yang menyebut Arief alumnus Kennedy-Western. 

    Gelar doktor manajemen bisnis yang dia miliki, ucap Arief, diperolehnya dari Universitas Padjadjaran, Bandung. "Saya studi program doktoral itu masuk tahun 2011 dan lulus tahun 2014," ujarnya. "Bahkan saya lulusan terbaik waktu itu. Saya juga jadi Ketua Ikatan Alumni Program Doktoral Ilmu Manajemen Unpad." (Baca: Dituding Jebolan Berkley, Arief Yahya Ternyata Alumnus Unpad)

    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir sempat menginspeksi mendadak kampus LMII di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Dari hasil inspeksi, Nasir menyatakan LMII adalah kampus bodong karena izinnya hanyalah sebagai tempat kursus. Ijazah yang dikeluarkan LMII juga dinyatakan palsu.

    Liartha mengatakan semua nama alumnus yang ada dalam situs LMII benar-benar pernah mengikuti program doktoral Berkley, walau dia tak bisa mengingat pasti tanggal-tanggal ketika mewisuda para alumnus kampusnya tersebut. "Sudah lama sekali. Kampus kami juga sudah berpindah hingga tiga kali." (Baca: Tuduhan Ijazah Bodong Menteri Arief, Apa Reaksi Istana?)

    MITRA TARIGAN | MOYANG KASIH DEWIMERDEKA | BC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.