Maut di Bekas Tambang Samarinda, Sudah 10 Anak Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga bocah sedang menyaksikan jalanan ambruk akibat aktivitas perusahaan tambang batibara PT Amelia Energi di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (9/11). Jalan umum sepanjang 130-an meter ini ambruk dan berubah menjadi danau bersatu dengan bekas galian tambang batubara PT Amelia. TEMPO/Firman Hidayat

    Tiga bocah sedang menyaksikan jalanan ambruk akibat aktivitas perusahaan tambang batibara PT Amelia Energi di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (9/11). Jalan umum sepanjang 130-an meter ini ambruk dan berubah menjadi danau bersatu dengan bekas galian tambang batubara PT Amelia. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Balikpapan - Ardi bin Hasyim, 10 tahun, tewas tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Samarinda. "Ardi korban kesepuluh yang meninggal di lubang yang kini jadi danau beracun dan dalam itu," kata Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, Merah Johansyah, Sabtu, 6 Juni 2015.
       
    Menurut Merah, keberadaan lubang bekas tambang batu bara itu makin membahayakan masyarakat terutama anak-anak. Dia kecewa sikap Pemerintah Kota Samarinda yang tidak kunjung menutup aktivitas pernambang batu bara ini.

    Dalam kasus Ardi, hanya utusan wali k+ota yang menyambangi keluarga korban guna menunjukkan rasa simpatinya. “Hanya menyuruh camat setempat untuk mengunjungi keluarga korban,” sesalnya.

    Korban merupakan anak pasangan Hasyim dan Nur Aini yang rumahnya persis berdampingan dengan lokasi pertambangan. Korban dua hari dinyatakan hilang sebelum ditemukan tidak bernyawa dan terapung di bekas galian tambang.

    Sehari-hari korban bermain di sekitar rumah bersama anak-anak tetangga lain dan terkadang juga suka melihat mobil-mobil pengangkut batu bara dan kendaraan tambang yang lalu-lalang di dekat rumahnya.

    Hasbullah, ayah tiri Ardi, menjelaskan, setiap pagi anaknya melihat mobil-mobil pengangkut batu bara dan pulang ketika waktu makan siang. Setelah Ardi kembali lagi ke pos penjaga di areal pertambangan dan pulang kala sore hari untuk mandi.

    "Kadang sore hari ia masih kembali bermain dan pulang paling larut jam 21.00," ujar Hasbullah yang setiap hari menjemput pulang anaknya dari lokasi pertambangan. Ardi adalah anak tunarungu dan berkebutuhan khusus.

    Jatam sempat merilis nama-nama perusahaan yang dianggap bertanggung jawab atas berbagai peristiwa maut pertambangan di Samarinda. Antara lain PT Hymco Coal, PT Panca Prima Mining, PT Energi Cahaya Industritama, PT Graha Benua Etam, dan PT Cahaya Energi Mandiri.

    Sementara itu, daftar nama korban tenggelam di area pertambangan di Samarinda yakni Miftahul Jannah, Junaidi, Ramadhani, Eza, Ema, Maulana Mahendra, Nadia Zaskia Putri, Muhammad Raihan Saputra, dan Ardi Bin Hasyim.

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.