Jual-Beli Skripsi: Jalan Pintas Lulus,Tarif Rp 3-4 Juta (1)

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • microbiology.georgetown.edu

    microbiology.georgetown.edu

    TEMPO.CO , Jakarta: Sebut saja namanya Windawati, mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Perempuan asal Temanggung ini sedang bungah karena baru saja dinyatakan lulus dan berhak menggunakan gelar sarjana ilmu politik dari kampusnya. Sebelumnya dia sempat stres karena mendapat ultimatum dari pimpinan kampus agar menyelesaikan studi pada tahun ini. “Kalau tidak selesai, drop out,” ujar dia kepada Tempo, akhir Mei lalu.

    Ultimatum dari kampus tersebut menjadi peringatan bagi Windawati agar segera merampungkan skripsi. Sebelumnya, dia mengaku sudah mengajukan beberapa judul kepada dosen pembimbing. “Tapi selalu ditolak.”

    Judul skripsi, kata Windawati, sudah ada, tapi isi skripsi masih blank. Tak mau dikeluarkan secara paksa, dia mendatangi penjual jasa bimbingan skripsi. Cara ini ternyata cespleng. Dalam hitungan bulan, skripsinya lolos sidang dan ia dinyatakan lulus sebagai sarjana.

    Kepada Tempo, Windawati mengaku menggunakan jasa bimbingan skripsi hanya untuk konsultasi dan olah data. “Tidak benar kalau saya beli skripsi,” ujar dia. Tapi dia mengaku merogoh kocek sampai Rp 3 juta untuk mendapatkan bimbingan dan olah data skripsinya.

    Cara praktis membuat skripsi juga dilakukan Bowo, bukan nama sebenarnya. Mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Yogyakarta ini mengaku menggunakan jasa pembuat skripsi karena terbentur waktu. Maklum, selain tercatat sebagai mahasiswa jurusan akutansi, dia merupakan pegawai swasta. “Saya sudah punya judul, tapi sulit mencari waktu untuk mengerjakan,” kata Bowo memberi alasan.


    Bergantung Tingkat Kesulitan


    Untuk mengejar wisuda, Bowo mengaku mendatangi dua tempat jasa pembuatan skripsi. “Di Condongcatur meminta biaya Rp 4 juta bersih. Sedangkan dekat kampus biayanya bergantung tingkat kesulitan skripsi,” ujar dia.

    Jasa pembuatan skripsi dengan label bimbingan atau olah data tak asing bagi mahasiswa di Yogyakarta. Lokasi penjualan jasa ini bertebaran tak jauh dari kampus negeri maupun swasta. Beberapa penyedia jasa tanpa ragu “berjualan” melalui layanan dunia maya sampai memasang iklan baris di surat kabar.

    Harga untuk pembuatan skripsi bervariasi, berdasarkan asal kampus, jurusan, dan tingkat kesulitan. “Beda perguruan tinggi juga beda harganya, negeri dan swasta lain. Jurusan sosial lebih murah,” ujar seorang penjual jasa pembuatan skripsi di kawasan Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, akhir Mei lalu.

    Pengamat pendidikan dari Taman Siswa, Darmaningtyas, menyatakan kasus jual-beli skripsi bukan fenomena baru. “Bahkan pada tahun delapan puluhan sudah muncul wacana menghapus skripsi sebagai syarat kelulusan, karena saat itu ditemukan kasus jual-beli skripsi,” ujar dia kepada Tempo beberapa waktu lalu.


    ALI NY | VENANTIA MELINDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.