Keluarga Korban Penagih Utang Sinar Mas Multifinance Protes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. freedommag.org

    Ilustrasi. freedommag.org

    TEMPO.CO, Makkasar - Keluarga almarhum Masyhuri masih tidak terima atas tindakan brutal debt collector atau penagih utang yang disewa PT Sinar Mas Multifinance.

    "Selain proses hukum di kepolisian, mesti ada pertanggungjawaban moral dari PT Sinar Mas atas perilaku para pegawainya yang di luar batas kewajaran," kata Syarif, kerabat Mashuri yang tewas pada Minggu, 31 Mei 2015 di kediamannya di Kampung Batu Tambung, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.

    Jumat, 5 Juni 2015, pihak keluarga dan puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Cabang PT Sinar Mas Multifinance di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

     "Semua yang terlibat, baik pimpinan maupun karyawan harus ditangkap dan diadili. Tindakan sewenang-wenang tak boleh terus dibiarkan,"  kata koordinator lapangan aksi, Muallim Bahar. Menurut Muallim, PT Sinar Mas Multifinance tak boleh lepas tangan mengingat insiden nahas itu dilakukan pegawainya

    Aksi demonstrasi itu membuat grup bisnis PT Sinar Mas tak bisa beraktivitas seperti biasanya. Bank Sinar Mas, Sekuritas Sinar Mas, Sinar Mas MSIG dan Asuransi Sinar Mas menutup kantornya lebih awal.

    Para pengunjukrasa mulai tenang, ketika manajemen PT Sinar Mas Multifinance bersedia menemui perwakilan keluarga Masyhuri dan mahasiswa. "Kami minta maaf dan turut berduka atas kejadian tersebut," ucap Ikhsan, perwakilan PT Sinar Mas Multifinance. Dia akan menampung tuntutan demonstran dan berjanji menindaklanjuti.

    Pembunuhan Masyhuri terjadi di kediamannya di Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya. Tiga debt collector yang terlibat penganiayaan adalah Syarifuddin, Fatahillah  dan Alvikran (30). Mereka sudah ditangkap aparat Polsek Biringkanaya dan ditahan di Markas Polrestabes Makassar.

    Dalam insiden nahas itu, tidak hanya Masyhuri yang menjadi korban. Anak Masyhuri, Yusuf  (22) juga dibacok pada bagian perut. Yusuf mesti menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo, Makassar. Adapun, nyawa Masyhuri tidak tertolong karena luka tikaman pada bagian dada yang amat parah.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.