4 Penambang Tewas, Polisi Tutup Lokasi Tambang Emas Ilegal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.COPadang - Kepolisian Resor Sijunjung menutup tiga lokasi tambang emas ilegal. Penutupan dilakukan setelah tewasnya empat penggali emas ilegal di kawasan Jorong Subarang Ombak Muaro, Kabupaten Sijunjung.

    "Ada tiga lokasi di sekitar sana. Sudah kami tutup," ujar Kepala Kepolisian Resor Sijunung AKBP Dwi Sulistyawan, Jumat , 5 Juni 2015

    Empat penggali ditemukan tewas di dalam lubang galian emas. Keempat korban tersebut adalah Andi, 38 tahun, Zulkifli (41), Syafrimen (46), dan Bujan (31).

    "Kejadiannya Kamis siang di lokasi tambang emas tanpa izin," kata Dwi saat dihubungi Tempo, Jumat, 5 Juni 2015.

    Menurut Dwi, korban yang melakukan penggalian menggunakan dompeng itu tertimbun tanah longsor di lokasi tambang. Dwi menambahkan, lokasi tambang emas ilegal tersebut milik Memen, 38 tahun. Namun saat ini polisi belum menetapkan tersangka.

    "Kami belum melakukan pemeriksaan karena situasi masih berduka. Besok baru kami mulai pemeriksaan," tuturnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sijunjung Hardiwan mengatakan keempat korban diduga melakukan penggalian pada kedalaman 5-10 meter. Mereka tertimbun kerikil-kerikil yang berada di atasnya.

    "Selain empat korban meninggal, lima orang lainnya mengalami luka-luka," ucapnya.

    ANDRI El FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?