Kisah Dahlan Iskan: Atasi Listrik, Malah Jadi Tersangka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, seusai memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 4 Juni 2015. Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, seusai memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, 4 Juni 2015. Dahlan diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan  Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Dahlan Iskan, menyatakan bahwa ia  menerima penetapan tersangka kasus proyek gardu induk.  “Sebagai kuasa pengguna anggaran, saya memang harus bertanggung jawab,” demikian ia menulis pesan yang menyebar secara berantai pada 5 Juni 2015.

    Posisinya tersebut, kata Dahlan, mewajibkan dia menandatangani anggaran dengan tujuan proyek bisa jalan karena ia “tak tahan dengan keluhan masyarakat atas kondisi listrik ketika itu”.

    Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan gardu induk Jawa-Bali dan Nusa Tenggara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun anggaran 2011-2013. "Perannya sudah jelas,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Adi Toegarisman, 5 Juni 2015.

    Baca juga:

    Dibawa ke Jaksa, Inilah Nama Artis di Berkas Mucikari Robby

    Pria Ini Bermain Gitar Saat Kepalanya Sedang Dibedah

     Dugaan korupsi ini telah menyeret 16 pegawai PLN dan rekanan sebagai tersangka. Para pegawai PLN ini berperan sebagai panitia pemeriksa barang proyek. Mereka dianggap lalai karena meneken berita acara serah-terima hasil pekerjaan yang tak sesuai dengan kenyataan. "Uangnya dicairkan dua termin tanpa ada pembangunan,” kata Adi.

    Kepada penyidik yang memeriksanya, Dahlan berulang kali mengatakan bahwa ia kerap didorong menerobos peraturan agar bisa menyediakan listrik bagi masyarakat. “Saya bilang saya siap masuk penjara karena itu, kali ini saya benar-benar menjadi tersangka,” katanya. Ia meminta pejabat PLN mengizinkannya mengakses dokumen-dokumen terkait soal itu.

    Kejaksaan mencegah Dahlan ke luar negeri, bahkan untuk keperluan berobat.

    FRANSISCO ROSARIANS | ADITYA BUDIMAN | PURWANTO

    Berita Menarik:

    Bisnis Syur Kalibata City: Deudeuh Legenda Di Sini

    Kisah Hitler: Wah Rupanya  Ada Partai Nazi di Indonesia

    Prasasti Kutukan: Berani Usik Petinggi Ini Mati Aneh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.