Jokowi Salah Ucap, Ini Reaksi Megawati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menerima potongan tumpeng pertama dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam acara HUT PDIP ke-42 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, 10 Januari 2015.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Jokowi menerima potongan tumpeng pertama dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam acara HUT PDIP ke-42 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, 10 Januari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Blitar: Insiden salah ucap Presiden Joko Widodo saat menyebut Blitar sebagai kota kelahiran Bung Karno dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila tak mengundang reaksi Megawati dan Puan Maharani. Keduanya tetap duduk santai di bangku depan meski hal itu menjadi perbincangan tamu undangan.


    Perihal reaksi keluarga Bung Karno ini disampaikan Wali Kota Blitar yang juga Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Blitar Samanhudi Anwar. Wali kota pengganti Djarot Syaiful Hidayat ini mengaku duduk di deretan bangku yang sama dengan Megawati dan Puan Maharani saat Presiden Jokowi membacakan pidatonya di alun-alun Kota Blitar, 1 Juni 2015.

    "Beliau biasa saja, tidak ada reaksi,” katanya kepada Tempo, Jumat 5 Juni 2015.


    Samanhudi menjelaskan insiden salah ucap tersebut sudah disadari oleh para undangan ketika Jokowi masih di atas podium. Beberapa di antara mereka hanya menggumam dan berbisik tanpa melakukan tindakan apapun. Termasuk Samanhudi yang memilih menyimpan pertanyaannya di dalam hati.


    Tapi, Samanhudi menganggap kesalahan itu biasa saja dan bukan hal besar. Bahkan dia memahami kekeliruan tim pembuat naskah pidato presiden yang tidak mengetahui jika Bung Karno lahir di Surabaya, bukan di Blitar.


    Sebab ketika di Surabaya, presiden pertama ini biasa dipanggil dengan nama “Karno”. Penambahan kata “Bung” baru dilakukan ketika pindah di Blitar. “Karena itu orang mengenal Bung Karno di Blitar,” kata Samanhudi.


    Kesalahan penulisan naskah pidato tersebut sempat menyulut banyak reaksi. Tim komunikasi Presiden Joko Widodo pun sudah menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi atas kesalahan tersebut. Permintaan maaf ini disampaikan kepada masyarakat secara umum dan Megawati Soekarno Putri serta keluarga secara khusus.


    “Kesalahan tersebut sepenuhnya adalah kekeliruan saya dan tanggungjawab saya,” kata Sukardi, anggota tim komunikasi presiden melalui siaran persnya di Jakarta.


    Sukardi menceritakan ketika Jokowi sedang menyusun pidato, Jokowi sempat bertanya kepada Sukardi tentang Blitar. Sukardi pun menjawab bahwa Bung Karno lahir dan disemayamkan di Blitar.


    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.