7 Prajurit Kopassus Jadi Tersangka Perkelahian Tentara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, memimpin apel gelar pasukan pengamanan KAA ke 60 di Silang Monas. Jakarta, 15 April 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, memimpin apel gelar pasukan pengamanan KAA ke 60 di Silang Monas. Jakarta, 15 April 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Cilacap - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Moeldoko mengatakan tujuh anggota Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Kartosuro, menjadi tersangka dalam kasus perkelahian dengan anggota TNI Angkatan Udara di Sukoharjo, Jawa Tengah.

    "Itu sudah masuk ranah penyidikan Pom (Polisi Militer). Bisa dipastikan tujuh orang itu nanti bisa jadi tersangka," kata Moeldoko di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat, 5 Juni 2015.

    Moeldoko berjanji akan mengambil langkah tegas dengan memecat dan mempidanakan ketujuh prajurit itu bila mereka terbukti bersalah. Tapi, dia menegaskan, kasus seperti itu bisa terjadi karena persoalan disiplin dan tidak ada kaitannya dengan kesatuan.

    "Ini persoalan disiplin masing-masing oknum. Ini sangat disayangkan," ucap Moeldoko.

    Kasus perkelahian anggota Kopassus dengan personel TNI AU terjadi di tempat karaoke Bima, Sukoharjo, Minggu dinihari, 31 Mei 2014. Perkelahian itu menyebabkan satu orang meninggal dunia walau sempat dirawat di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr Suhardi Hardjolukito, Yogyakarta. Sersan Mayor Zulkifli, korban yang berdinas di Markas Besar TNI AU Jakarta itu meninggal di rumah sakit pada Selasa, 2 Juni 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.