Banyak Tawaran Beasiswa, Lulusan Terbaik UNS Bingung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Devi Triasari (kiri) sedang bercanda dengan kawannya di Taman Justicia Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Ia telah mendapat sejumlah tawaran program beasiswa untuk kuliah S-2 di luar negeri. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Devi Triasari (kiri) sedang bercanda dengan kawannya di Taman Justicia Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Ia telah mendapat sejumlah tawaran program beasiswa untuk kuliah S-2 di luar negeri. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Ngawi - Devi Triasari, 24 tahun, lulusan terbaik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, mendapat tawaran beasiswa program magister hukum di Belanda dan Australia.

    Namun tamatan fakultas hukum yang meraih indeks prestasi kumulatif 3,99 atau hampir sempurna ini belum menentukan pilihan. "Belum mantap memilih salah satu universitas untuk meneruskan kuliah,’’ katanya saat dihubungi, Jumat, 5 Juni 2015.

    Hingga kini ia masih menimbang-nimbang kampus yang hendak dipilih. Salah satu bank yang menjalin kerja sama dengan UNS, menurut dia, menawarkan beasiswa kuliah S-2 di Monash University dan Newcastle University di Australia. Anak buruh tani dan pembantu rumah tangga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ini juga mendapat tawaran beasiswa kuliah di Universitas Leiden, Belanda.

    Satu dari tiga kampus tersebut bakal dipilihnya untuk meneruskan kuliah. Namun Devi merasa perlu memantapkan hatinya untuk menetapkan pilihan. "Saya perlu salat istikharah dulu untuk meminta petunjuk Allah, biar tidak salah pilih,’’ ujar Devi.

    Menurut dia, masih ada waktu untuk memantapkan hati guna memilih kampus. Sebab ijazah sarjana hukum dari UNS belum dikantonginya lantaran upacara wisuda baru akan digelar pada Sabtu, 13 Juni 2015. ‘"Persyaratan dari universitas (Australia dan Belanda), harus ada ijazah dulu,’’ ucap Devi.

    Setelah persyaratan administrasi terpenuhi, Devi akan belajar di luar negeri. Rencana itu sudah mendapat restu Suwito, 61 tahun, ayahnya; dan Karinem, 61 tahun, ibunya. "Orang tua saya mendukung, mungkin dengan begini bisa mengangkat derajat keluarga,’’ katanya.

    Suwito menyatakan bangga atas prestasi yang diraih Devi. Sebab sulung dari tiga bersaudara itu mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak menghambat langkah seseorang menuntut ilmu di perguruan tinggi. "Kalau dia harus ke luar negeri untuk belajar, saya ikhlas. Semoga apa yang dicita-citakan bisa terkabul,’’ ujarnya.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.