Minggu, 18 November 2018

Lia Eden Minta Izin Jokowi untuk Mendaratkan UFO di Monas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin aliran Eden, Lia Aminuddin mendatangi Gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pemimpin aliran Eden, Lia Aminuddin mendatangi Gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin sekte Eden, Lia Aminuddin atau Lia Eden, meminta izin Presiden Joko Widodo untuk mendaratkan pesawat UFO di kawasan Monas. Pesawat itu akan ditumpangi oleh Malaikat Jibril yang akan turun ke bumi.

    "Kami berharap Presiden Jokowi bersedia memberikan izin pendaratan UFO kami," kata Lia dalam surat yang ditandatanganinya pada Senin, 25 Mei 2015.

    Surat Lia kepada Jokowi terdiri atas 38 halaman. Surat tersebut diketik di kertas ukuran folio. Halaman pertamanya dilengkapi dengan kop surat bertuliskan "God's Kingdom" dan "Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden" dengan tinta berwarna emas. Di antara kedua tulisan itu terdapat logo berupa gambar bumi dengan dua ekor burung di bagian atasnya.

    Di atas gambar dua ekor burung, ada 12 gambar bintang. Sedangkan di bagian bawah gambar bumi terdapat gambar pita terbentang bertuliskan "Eden." Semua bagian kop surat itu dicetak timbul.

    UFO tersebut, menurut Lia, akan mendarat sebelum Juni 2015. Ia berujar turunnya Jibril bertujuan mengangkat para rasul Eden ke kediaman barunya di luar angkasa. Setelah itu, proses kiamat akan semakin terlihat nyata.

    Meski begitu, Lia berujar bangsa Indonesia masih bisa menyelamatkan diri dari kekacauan yang akan muncul saat kiamat tiba. Kuncinya, kata dia, ada di Jokowi sebagai reinkarnasi Krishna. "Sungguh terpulang kepada Anda seutas tali peluang ini," kata dia.

    Lia bebas dari penjara pada April 2011. Pada 2009, dia divonis bersalah karena terbukti melakukan tidak pidana yang melukai perasaan umat beragama. 

    Selain itu, Lia terbukti melakukan perbuatan yang pada pokok bersifat permusuhan dan agar orang lain tidak memeluk agama lain. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 2,5 tahun penjara terhadapnya.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.