Ini Syarat Jalur Prestasi Penerimaan Siswa di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan pelajar dari beberapa sekolah membacakan ikrar untuk memupuk rasa perdamaian antar pelajar, menjaga batik di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, pada peringatan Hari Batik Nasional, (2/10). TEMPO/Prima Mulia

    Perwakilan pelajar dari beberapa sekolah membacakan ikrar untuk memupuk rasa perdamaian antar pelajar, menjaga batik di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, pada peringatan Hari Batik Nasional, (2/10). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung: Anggota Tim Perumus Penerimaan Peserta Didik Baru Kota Bandung, Rudi Rachadian, mengatakan Kota Bandung memberi keleluasaan bagi siswa yang pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional dan Olimpiade Sains Internasional.

    Kemudahan itu membuat sekolah mesti membuka lebih banyak jalur penerimaan siswa lewat jalur prestasi. “Beda dengan tahun lalu, siswa yang pernah mengikuti Olimpiade Sains akan mendapat kemudahan masuk sekolah yang diinginkan meski mendapat peringkat di bawah tiga selama olimpiade,” ujar Rudi, saat ditemui Tempo di Balai Kota Bandung, Kamis, 4 Mei 2015. Peringkat empat, lima, dan enam dalam olimpiade, kata dia, akan disamakan dengan peringkat tiga.

    Artinya, mereka berpeluang masuk lebih besar ke sekolah yang diinginkan. Dalam PPDB tahun ini, Pemerintah Kota Bandung mengatur komposisi penerimaan siswa dari jalur prestasi sebesar 5 persen dari setiap sekolah. Sisanya, dibagi lagi untuk siswa miskin, siswa luar kota, dan penerimaan umum.

    Adapun jalur prestasi di bidang lain, kata Rudy, akan ditinjau dari prestasi yang pernah diraih siswa. Selain jalur prestasi bidang sains, siswa kerap mengajukan jalur prestasi di bidang kesenian, dan olahraga.

    Pemerintah Kota Bandung sudah membuka penerimaan siswa melalui jalur prestasi sejak 1 Juni 2015n. Pembukaan jalur ini akan dilakukan hingga 9 Juni 2015. Adapun pada 29 Juni sampai 4 Juli, Bandung akan menggelar penerimaan siswa baru jalur akademis.

    Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan, sudah menyosialisasikan aturan ini sejak Mei 2015. Dia mengatakan, peraturan baru ini merupakan hasil dari rapat evaluasi dari PPDB tahun lalu.

    PPDB 2014 mengundang berbagai kritik pada Pemkot Bandung. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Nasher sempat melontarkan kekecewaanya terkait aturan kuota siswa luar Kota Bandung yang diberlakukan Pemkot Bandung.

    Pemkot kala itu dianggap melakukan diskriminasi, karena tidak mengizinkan siswa yang berasal di daerah Kabupaten Bandung untuk bersekolah di Kota Bandung. Padahal jarak sekolah dengan tempat tinggal warganya tidak begitu jauh.

    PERSIANA GALIH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.