Lia Eden Sebut Jokowi Reinkarnasi Krishna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjawab pertanyaan awak media usai membuka Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Presiden Jokowi bersama Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjawab pertanyaan awak media usai membuka Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemimpin sekte Komunitas Eden, Lia Aminuddin atau Lia Eden, mengatakan Presiden Joko Widodo merupakan wujud reinkarnasi Krishna. Alasannya, ia menyebut Jokowi berpotensi menyelamatkan Indonesia dari pengaruh negatif Dajjal Nyi Loro Kidul.

    "Anda adalah reinkarnasi Krishna," kata Lia dalam surat yang ditekennya pada Senin, 25 Mei 2015.

    Bukan hanya Jokowi. Lia juga menyebut beberapa tokoh lain seperti Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono sebagai reinkarnasi dari Suyudana dan Duryudana dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai reinkarnasi Hanoman sekaligus Sun Go Kong.

    Lia mengatakan musibah yang terjadi di Indonesia merupakan proses datangnya akhir dunia atau kiamat. Menurut dia, Jokowi merupakan presiden pilihan Tuhan.

    Pada halaman 9 suratnya itu, ia menyayangkan kedekatan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, kedekatan itu tergolong dalam perbuatan musyrik.

    Lia meminta Jokowi melakukan pertaubatan nasional agar Bangsa Indonesia selamat dari kutukan Tuhan. Ia juga menyoroti kesewenang-wenangan Kepolisian Republik Indonesia terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

    Lia berujar Jokowi harus mengambil mengambil sikap atas aksi Kepolisian itu. Ia mengatakan kumpulan kesalahan kepolisian akan berbalik menadi tuntutan.  "(Itu) akan menjadi kegerahan nasional yang suatu saat akan meletup," ujar Lia.

    Lia bebas dari penjara pada April 2011. Pada 2009, dia divonis bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana yang melukai perasaan umat beragama. 

    Selain itu, Lia terbukti melakukan perbuatan yang pada pokok bersifat permusuhan dan agar orang lain tidak memeluk agama lain. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 2,5 tahun penjara terhadapnya.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.