Lia Eden Bersedih karena Pelemahan KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah aliran Lia Eden menyapa awak media saat tiba di gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Jamaah aliran Lia Eden menyapa awak media saat tiba di gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemimpin sekte Komunitas Eden, Lia Aminuddin, mengaku menerima wahyu Tuhan yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam suratnya kepada lembaga antirasuah tersebut, Lia menyatakan Tuhan mengabulkan doa Eden untuk KPK demi keadilan hukum dan doa pimpinan serta komisioner KPK yang sedang bersedih atas pelemahan terhadap KPK.

    “Aku mengabulkan doa Eden, Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Denny Indrayama dan para penyidik serta seluruh karyawan KPK yang menyatakan kesatuan prinsip untuk menyelamatkan KPK,” kata Lia dalam surat yang ditekennya pada 13 April 2015 di Jakarta.

    Lia mengatakan Tuhan menghargai semua tekad yang mendukung anti korupsi serta semua tokoh pembela KPK serta aktivis anti korupsi. “Mereka semua Kuberkati perjuangannya,” katanya.

    Tuhan, kata Lia, mengabulkan doa mereka semua. Lia berujar, Tuhan menyatakan akan mengembalikan dan memperkuat kewibawaan KPK. “KPK akan menjadi tonggak penegakan hukum di Indonesia,” katanya. Menurut dia, Tuhan bersumpah akan mensucikan pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia dengan pembalikan keadaan di Indonesia.

    Surat Lia Eden itu dituliskan dalam selembar kertas putih yang berlogo kelompok Eden dengan tulisan God's Kingdom pada kepala suratnya. Di bagian bawah surat yang berjudul ‘Surat Ruhul Kudus Untuk KPK’ itu disampaikan oleh "Malaikat Jibril Ruhul Kudus" yang dituliskan oleh Lia Eden.

    Lia bebas dari penjara pada April 2011. Pada 2009, dia divonis bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana yang melukai perasaan umat beragama.  Selain itu, Lia terbukti melakukan perbuatan yang pada pokok bersifat permusuhan dan agar orang lain tidak memeluk agama lain. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 2,5 tahun penjara terhadapnya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.