Gerindra-PKS Jaring Banyak Calon Kepala Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, melambaikan tangan sebelum menjenguk Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Rutan Guntur, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, melambaikan tangan sebelum menjenguk Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di Rutan Guntur, Jakarta, 4 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, YOGYAKARTA – Persiapan pemilihan kepala daerah di Gunungkidul mulai hangat. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bersama koalisinya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah dalam rentang waktu berbeda.

    "Kami bedakan masa pendaftarannya, karena ingin mendapat kandidat sebanyak-banyaknya. Lalu di-polling-kan kepada warga, siapa yang layak," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Gunungkidul, Ngadiono, kepada Tempo, 4 Juni 2015.

    Menurut dia, kloter pembukaan pendaftaran kandidat di koalisi, itu dilakukan pertama oleh Gerindra, 3 hingga7 Juni. Pendaftaran kedua, rencananya diampu PKS dari 8 Juni sampai awal Juli.

    Ngadiono mengatakan, pendaftaran kandidat yang dibuka Gerindra selama dua hari pertama, menyaring lima orang, termasuk dirinya. "Kami target pelamar dari Gerindra 10 orang cukup. Lainnya biar melamar lewat partai koalisi yang buka sendiri-sendiri," kata Ngadiono, yang juga Wakil Ketua DPRD Gunungkidul.

    Dalam rekrutmen itu, Gerindra mematok mahar pendaftaran kandidatnya Rp 25 juta. Dana itu dibayarkan dua kali. Yakni Rp 5 juta diberikan saat mengambil formulir, dan Rp 20 juta saat formulir dikembalikan.

    Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional Gunungkidul, Sukrisno, mengakui belum memutuskan tawaran koalisi Gerindra. "Kami baru bahas bersama kemungkinan gabung koalisi itu dengan pengurus provinsi akhir pekan ini," kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.