Pentolan Geng Motor Pembunuh DJ di Surabaya Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi)

    TEMPO.COSurabaya - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap dua orang lagi terkait dengan pengeroyokan hingga tewas terhadap Aditya Artha, 27 tahun, seorang disc jockey pada Selasa subuh, 2 Juni 2015. Satu di antara dua yang ditangkap hari ini, Kamis, 4 Juni 2015, adalah pentolan dari geng motor yang menyeroyok Aditya.

    “GD adalah leader atau orang yang dituakan dalam geng motor itu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Besar Takdir Mattanete, menyebut inisial orang yang ditangkapnya itu, Kamis, 4 Juni 2015.

    Menurut Takdir, penangkapan GD berawal dari pemeriksaan seorang tersangka berinisial RM yang berhasil ditangkap pada sore hari sebelumnya. Termasuk menggunakan keterangan dari tiga saksi yang mengetahui kejadian. Selain GD, polisi juga menangkap MR. 

    “Total sudah tiga pelaku utama yang kami tangkap,” ujar Takdir. "Kami tangkap mereka di lokasi berbeda, namun masih di wilayah Surabaya."

    Berdasarkan pemeriksaan sementara, pengeroyokan terjadi karena tidak terima teman gengnya kena senggol mobil korban. “Ketiga pelaku itu kira-kira umurnya 20 tahun, ada pula pelaku lainnya yang pelajar,” tutur Takdir.

    Polisi saat ini terus melakukan pengejaran kepada pelaku lainnya. Diduga pelaku masih banyak, sekitar sepuluh orang. Selain itu, mobil korban telah dipindahkan ke Markas Polrestabes Surabaya untuk memudahkan penyelidikan pada sidik jari para pelaku. “Kami akan terus kembangkan kasus ini, dan baru berhenti sampai semua pelaku berhasil ditangkap,” ucap Takdir.

    Sebelumnya, Aditya Artha, 27 tahun, ditemukan tak bernyawa di samping mobilnya, Suzuki SX4, warna merah bernomor polisi W-1233-RG di Jalan Bung Tomo, Surabaya, Selasa, 2 Juni 2015, sekitar pukul 03.00. Warga Sawotratap, Sidoarjo, itu tewas setelah dikeroyok anggota geng motor di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya. 

    Saat itu, korban yang tengah pulang kerja mencoba menerobos balapan liar gerombolan geng motor. Korban dikejar hingga mobilnya menabrak pohon. Bukannya ditolong, korban malah dijadikan bulan-bulanan.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.