Polri Minta Tunjangan Naik, Ini Tanggapan Istana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Badrodin Haiti saat makan siang di ruangannya, di Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Jenderal Badrodin Haiti saat makan siang di ruangannya, di Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan kajian soal kenaikan tunjangan kinerja untuk Kepolisian RI dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Menurut dia, kenaikan tunjangan TNI beberapa saat lalu juga dikaji oleh Kementerian. "Itu tanya Kemenkeu saja," ujar Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 4 Juni 2015.

    Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan institusinya meminta kenaikan tunjangan kinerja kepada Presiden Joko Widodo. Menurut dia, tunjangan kinerja selama ini terlampau kecil. Dia meminta tunjangan Polri disetarakan dengan TNI, yang mencapai 54-60 persen dari gaji pokok.

    Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, mengatakan Jokowi pasti merespons usulan semacam itu. Namun, bagaimana responsnya, kata Teten, bergantung pada hasil kajian Kementerian. "Harus dibahas dulu dengan Kemenkeu," katanya.

    Badrodin mengatakan saat ini tunjangan Polri masih 36 persen. Jumlah itu, menurut dia, masih terbilang kecil. Badrodin yakin, setelah kenaikan tunjangan, kinerja Polri menjadi semakin baik. 

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.