Jokowi Undang Makan, Romo Magnis Pilih Bersaksi untuk Novel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pakar Etika Politik STF Diyarkara, Franz Magnis Suseno. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pakar Etika Politik STF Diyarkara, Franz Magnis Suseno. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Budayawan Franz Magnis Suseno memilih menjadi saksi ahli dalam sidang praperadilan yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, ketimbang makan siang bersama Presiden Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Romo Magnis itu menganggap sidang praperadilan Novel cukup penting.

    "Saya ada di sini saya anggap penting, Presiden tidak rugi apa pun meski saya tidak datang," ujar Romo Magnis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juni 2015. Dia mengaku makan siang bersama Jokowi merupakan ajakan dari budayawan Jaya Suprana. Undangan itu ia terima kemarin malam.

    Dia memperkirakan Presiden Jokowi akan mengajaknya mengobrol soal filsafat. "Presiden sendiri tidak kenal saya. Saya tidak pernah ketemu," kata pakar filsafat politik Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara tersebut.

    Siang tadi, Presiden Jokowi mengundang Paguyuban Punakawan untuk makan siang bersama di Istana. Selain Jaya Suprana, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Paguyuban Punakawan tampak hadir di Istana. Antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md.; tokoh pengamat militer dan penulis, Salim Said; mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rahardi Ramelan; ekonom Christianto Wibisono; dan Rizal Ramli.

    Adapun Romo Magnis menjadi saksi ahli etika hukum dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan Novel. Penyidik KPK itu menggugat penangkapan dan penahanannya oleh Bareskrim Polri pada 1 Mei 2015. Polri beralasan penangkapan tersebut dilakukan karena Novel dua kali mangkir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap pencuri burung sarang walet, Mulyadi Jawani alias Aan, yang terjadi pada 2004. Novel saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu. Kasus ini sempat redup dan muncul ke permukaan ketika terjadi konflik KPK dengan Polri pada 2012.

    Kasus Novel kembali mencuat setelah KPK menetapkan calon Kapolri tunggal Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan suap. Polisi kembali memproses kasus Novel dengan melakukan pemeriksaan.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.