Jokowi Mantu, Suvenir Masih Dirahasiakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas media center menunjukkan undangan dan kartu pengambilan souvenir dalam pernikahan putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda, 4 Juni 2015. Tenpo/Ahmad Rafiq

    Petugas media center menunjukkan undangan dan kartu pengambilan souvenir dalam pernikahan putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda, 4 Juni 2015. Tenpo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COSolo - Juru bicara keluarga Presiden Joko Widodo, Anggit Nugroho, masih merahasiakan jenis suvenir atau cendera mata yang akan dibagikan dalam acara pernikahan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Joko Widodo, dengan Selvi Ananda. Rencananya, resepsi akan berlangsung 11 Juni 2015. 

    "Mengenai wujud suvenirnya seperti apa, masih dirahasiakan," kata Anggit saat ditemui, Kamis, 4 Juni 2015. Alasannya, itu untuk memberikan kejutan kepada para tamu. "Kalau disebutkan sekarang, justru menjadi kurang menarik," ucapnya.

    Dia berujar, seperti layaknya resepsi pernikahan yang lain, para tamu bakal mendapat cendera mata. Namun tuan rumah tidak bersedia menjelaskan jenis atau bentuknya.

    Menurut Anggit, suvenir bisa diperoleh para tamu dengan cara menukar dengan sebuah kartu khusus. Kartu tersebut terselip di lembar pertama dalam undangan yang dibagikan. 
    Undangan telah didistribusikan sejak Senin lalu, termasuk kepada sejumlah tamu penting dan tokoh nasional.

    Dalam undangan juga diselipi kertas penanda khusus untuk keperluan parkir kendaraan. Kertas itu bisa dipasang pada kaca mobil untuk mempermudah petugas dalam mengatur lokasi parkir.

    Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo telah menyiapkan dua tempat untuk lokasi parkir para tamu. Lokasi parkir berada di Lapangan Sumber dan Lapangan Banyuanyar. "Dari lokasi parkir itu, para tamu bisa menumpang becak untuk menuju gedung pertemuan," tuturnya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.