Kapolri Minta Jokowi Tambah Tunjangan Kinerja Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) dan Kapolri Jenderal  Badrodin Haiti (kanan) berpose bersama sejumlah anggota TNI dan Polisi usai memberikan pengarahan di Kupang, sebelum berangkat ke perbatasan RI-Timoo Leste di Atambua, 7 Mei 2015. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kiri) dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (kanan) berpose bersama sejumlah anggota TNI dan Polisi usai memberikan pengarahan di Kupang, sebelum berangkat ke perbatasan RI-Timoo Leste di Atambua, 7 Mei 2015. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan institusinya meminta kenaikan tunjangan kinerja kepada Presiden Joko Widodo. Menurut dia, tunjangan kinerja selama ini terlampau kecil.

    Karena itu, Badrodin meminta tunjangan kinerja bagi anggota Polri disetarakan dengan yang bakal didapat anggota TNI, yang mencapai 54-60 persen dari gaji pokok. "Kami juga akan mengajukan hal yang sama," kata Badrodin, di Kantor Wakil Presiden, Kamis, 4 Juni 2015.

    Badrodin menjelaskan, saat ini tunjangan kinerja anggota Polri masih 36 persen. Jumlah itu, menurut dia, masih tergolong kecil.

    Badrodin yakin setelah kenaikan tunjangan kinerja, maka pelaksanaan tugas Polri menjadi semakin baik. "Sekarang sudah ada ukurannya. Ada reformasi birokrasi. Sudah ada yang menilai kinerja," ujarnya.

    Atas dasar itulah Badrodin berharap agar permintaannya menaikkan tunjangan kinerja anggota Polri dapat dipertimbangkan. "Tentu itu (permintaan kenaikan tunjangan kinerja anggota Polri) juga harus dipertimbangkan," ucapnya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.