Menteri Hanif Minta Perusahaan Bagikan THR Lebih Cepat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, mengangkat kepalan tangannya bersama  buruh dari sejumlah serikat saat peringatan Hari Buruh Internasional di Silang Monas, Jakarta, 1 Mei 2015. Pada aksi ini para buruh menuntut pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan para buruh. Tempo/Dian triyuli handoko

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, mengangkat kepalan tangannya bersama buruh dari sejumlah serikat saat peringatan Hari Buruh Internasional di Silang Monas, Jakarta, 1 Mei 2015. Pada aksi ini para buruh menuntut pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan para buruh. Tempo/Dian triyuli handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengimbau perusahaan untuk membagikan tunjangan hari raya (THR) dua pekan sebelum Lebaran. Imbauan itu lebih cepat daripada regulasi yang ada.

    Hanif mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, THR seharusnya dibayarkan sepekan sebelum Lebaran. ''Regulasinya tetap begitu. Tapi saya mengimbau kalau bisa dua minggu sebelumnya,'' kata Hanif seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2015.

    Pemberian THR lebih cepat, kata Hanif, bertujuan untuk mempermudah para pekerja saat mudik. Semakin cepat THR cair, pemudik akan memiliki waktu lebih banyak dalam mempersiapkan mudik mereka.

    Untuk memastikan THR benar-benar diberikan kepada para pekerja, Hanif berencana membuka posko pemantauan.

    Kalaupun tak menjalankan imbauannya, Hanif berharap para pengusaha tetap memberikan THR sesuai dengan peraturan yang ada. ''Kalau melanggar peraturan, ada sanksinya,'' ujar Hanif.

    Menurut Hanif, nominal THR yang diberikan umumnya satu kali gaji. Namun jika bekerja kurang dari setahun, perhitungannya adalah lama bekerja dibagi 12, dikali nominal gaji.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.