Polri-Novel Baswedan Perang Urat Syaraf Soal Saksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Novel Baswedan menyerahkan bukti surat pemohon kepada hakim tunggal Zuhairi saat sidang Praperdilan disaksikan kuasa hukum Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI di PN Jakarta Selatan. 3 Juni 2015. Tempo/Dian triyuli handoko

    Kuasa hukum Novel Baswedan menyerahkan bukti surat pemohon kepada hakim tunggal Zuhairi saat sidang Praperdilan disaksikan kuasa hukum Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI di PN Jakarta Selatan. 3 Juni 2015. Tempo/Dian triyuli handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Joel Baner Toendan, keberatan atas kehadiran kakak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan, Taufik Baswedan. Taufik hadir sebagai saksi fakta di sidang praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Menurut Joel, undang-undang melarang saudara sedarah dihadirkan sebagai saksi. "Tetap keberatan. Ini masih punya hubungan darah dengan pemohon," ujar Joel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juni 2015. Novel langsung memohon pada hakim agar kakaknya bisa bersaksi.

    Sebabnya, keterangan Taufik berkaitan dengan pemeriksaan di Bareskrim bahwa yang diperbolehkan masuk hanya keluarga. "Hal-hal yang perlu disampaikan hanya dari keluarga. Jadi mohon izin yang mulia," kata Novel.

    Joel pun tetap ngotot keberatan dengan kehadiran Taufik. Menurut dia, perkara yang diajukan mengenai penangkapan dan penahanan yang sesuai prosedur atau tidak, bukan pemeriksaan.

    Hakim tunggal praperadilan Zuhairi pun mengatakan nantinya Taufik akan menerangkan proses penahanan itu. "Makanya nanti sejauh mana keterangannya," ujar Zuhairi. Dia pun meminta Taufik memberi keterangan yang obyektif.

    Bareskrim Polri menjadikan Novel sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadap pencuri burung walet, Mulyadi Jawani alias Aan, pada 2004. Novel saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu. Kasus ini sempat redup dan muncul ke permukaan ketika terjadi konflik KPK dan Polri pada 2012.

    Ketika itu, Novel tengah menangani kasus dugaan korupsi simulator kemudi yang melibatkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Novel ditangkap di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 1 Mei 2015. Polri beralasan penangkapan itu karena Novel sudah beberapa kali tak hadir dalam pemeriksaan.

    Padahal, pemimpin KPK sudah menyurati Polri meminta penundaan pemeriksaan Novel karena sedang tugas ke luar kota. Penangkapan berbarengan dengan menegangnya hubungan KPK dan Polri setelah komisi antirasuah menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan rekening gendut.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.